Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

AGUNG PODOMORO LAND: Siapkan Rp221 Miliar Untuk Apartemen Simprug

Peni Widarti   -   Selasa, 30 April 2013, 20:01 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan membangun komplek apartemen di Simprug Jakarta Selatan setelah resmi mengakuisi 60% saham PT Simprug Mahkota Indah (SMI) senilai Rp221 miliar.

Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk Trihatma Kusuma Haliman mengatakan proyek tersebut merupakan akuisisi pertama tahun ini dari beberapa proyek yang akan diakuisisi.

“Proyek ini memiliki lokasi yang strategis. Kami akan mengakuisisi lebih banyak proyek untuk dikembangkan menjadi superblock atau komplek perumahan apartemen baik di dalam maupun luar Jakarta,” jelasnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (30/4/2013).

Daerah Simprug Jakarta Selatan yang sebelumnya merupakan milik PT Simprug Mahkota Indah (SMI) ini memiliki lahan seluas 1,6 hektar. Oleh Agung Podomoro land, rencananya akan dikembangkan menjadi apartemen sebanyak 520 unit di dua menara untuk menghasilkan sekitar Rp1,3 triliun.

“Sedangkan menara lain akan dibangun apartemen sewa, dan sekitar 4.000 m2 luas bersih area komersial dapat disewa untuk meningkatkan pendapatan berulangnya,” jelasnya.

PT Agung Podomoro Land Tbk dalam 10 tahun terakhir ini telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek property, yang mayoritas menyasar segmen masyarakat kelas menengah atas.(msb)

 


Source : Peni Widarti

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.