Sabtu, 20 Desember 2014

Program Rumah Deret Dinilai Tak Efektif

Peni Widarti Senin, 06/05/2013 18:09 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA–Program Pemerintah DKI Jakarta dalam menata kampung kumuh menjadi rumah deret dinilai tidak efektif untuk jangka panjang.

Pengamat tata kota Nirwono Yoga mengatakan program tersebut hanya akan menyelesaikan kebutuhan warga dalam jangka waktu pendek antara 3 hingga 5 tahun.

“Kampung deret akan menjadi kampung kumuh lagi kalau tidak disertai program jangka panjang yang berkelanjutan, karena pemerintah hanya membangunkan tetapi penghuninya nanti tidak mampu membiayai lagi perawatan rumahnya,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (6/5).

Pasalnya, lanjut Nirwono, penataan kampung deret tersebut belum berorientasi pada TOD (transit-oriented development) yakni sebuah pengembangan perumahan dan komersial yang dirancang untuk memaksimalkan akses ke transportasi umum.

“Tujuan penataan kampung harusnya berlokasi yang dekat dengan sarana transportasi masal bagi penghuni atau pekerja yang tinggal di kampung tersebut,” katanya.

Nirwono mencontohkan, dalam kampung tersebut harus dekat dengan perkantoran dan komersial, tower atau hunian vertical bagi kaum pekerja dan menara untuk rumah susun sewa dan milik.

“Supaya mereka yang tinggal di sana tidak jauh-jauh bekerjanya, cukup jalan kaki. Misal, yang bekerja sebagai pemulung bisa mengelola sampah, yang biasanya bekerja sebagai satpam juga bisa bekerja di sana, ” ujarnya.

Program penataan  kampung ini sering disebut-sebut sebagai salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013. Program tersebut kini tengah dilakukan di Kampung Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, sebagai percontohan sejak Jumat lalu.

Kampung ini pernah terbakar pada awal Maret lalu. Akibatnya, sekitar 85 KK terpaksa tinggal di tempat pengungsian. Pembangunan rumah deret tersebut dibiayai dengan dana coporate social responbility, dan ditargetkan selesai dalam waktu 3 bulan. (MFM)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...