Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

REI Jateng Optimistis Penjualan Rumah Meningkat 30%

Puput Ady Sukarno   -   Selasa, 14 Mei 2013, 17:40 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SEMARANG -– DPD Real Estate Indonesia Provinsi Jateng optimistis penjualan rumah di wilayahnya sepanjang tahun ini akan meningkat hingga 30% dibandingkan realisasi penjualan 2012 yang mencapai sekitar Rp242 miliar.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Publikasi dan Kehumasan, Dibya K Hidayat mengatakan optimisme ini mengingat tingginya permintaan masyarakat akan rumah tinggal, seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin baik, terutama kelas menengah, meskipun harga jual rumah juga terus mengalami peningkatan.

“Sejak awal tahun, optimisme kami hanya akan mengalami pertumbuhan mencapai sekitar 20%, tidak jauh dengan pertumbuhan tahun sebelumnya. Namun melihat kondisi pasar saat ini, optimisme kami bertambah akan mampu menyentuh angka 30%,” tuturnya, Selasa (14/3/2013).

Apalagi, lanjutnya dalam tahun ini REI akan melakukan pameran property mencapai sebanyak 10 kali, dibandingkan tahun lalu hanya sekitar lima kali pameran dengan total realisasi penjualan mencapai Rp242 miliar.

 

Dibya mengatakan pertumbuhan masyarakat yang semakin makmur di Jateng cukup tinggi, dukungan kemudahan perbankan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga mendorong minat masyarakat untuk memiliki rumah semakin besar.

Menurutnya, pada kuartal I/2013 harga rumah memang sudah mengalami kenaikan, bervariasi, ada developer yang sudah menaikkan harga jual unitnya antara 2%-5% akibat kenaikan harga tanah, upah tenaga kerja, serta ekspektasi rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara, Bank Indonesia mencatat angka Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di Jateng naik 2,03% dari indeks triwulan sebelumnya yang terjadi pada semua tipe rumah, yakni tipe besar naik 3,70%, rumah tipe kecil dan menengah masing-masing 1,40% dan 1,00%.

Namun demikian, meski harga rumah mengalami kenaikan, permintaan juga megalami peningkatan. Survey BI mencatat, penjualan unit rumah untuk tipe kecil meningkat relatif tinggi mencapai 30,65%, dan rumah tipe besar 20,18%. Namun, untuk rumah tipe menengah mengalami penurunan 4,09%.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY Dewi Setyowati mengatakan tingginya peningkatan penjualan rumah tipe kecil mengindikasikan kuatnya pertumbuhan permintaan rumah hunian, terutama bagi masyarakat segmen bawah atau berpenghasilan rendah.

Menurutnya, kuatnya permintaan disebabkan komposisi penduduk Jateng di dominasi kelompok usia produktif yang membutuhkan tempat tinggal, seiring peningkatan daya beli masyarakat segmen bawah.

“Selain itu dukungan kemudahan program pemerintah untuk mendorong kepemilikan rumah, dengan Fasilitas  Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tren penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta penawaran kredit dengan jangka waktu yang panjang hingga 25 tahun juga turut mendorong” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini suku bunga rata-rata KPR untuk rumah sampai dengan tipe 21 menurun dari 14,34% pada Desember 2012 menjadi 14,23%, sementara rumah tipe 22 sampai 70 turun dari 10,73% menjadi 10,52%, dan rumah tipe di atas 70 menurun dari 10,59% menjadi 10,55%.

Sementara, dari sisi pembiayaan, lanjutnya meningkatnya permintaan rumah juga diikuti dengan peningkatan outstanding KPR meskipun kenaikannya tidak terlalu besar.

“Per Maret 2013 posisi KPR yang disalurkan perbankan mencapai Rp11,84 triliun, atau meningkat 1,71% dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan tingkat non performing loan (NPL) relatif rendah 2,91%. Porsi KPR tersebut, 7,84% dari total kredit yang disalurkan Perbankan di Jateng sebesar Rp150,98 triliun,” ujarnya. (dot)


Editor : Endot Brilliantono

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.