Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

APBNP 2013: Pemerintah Ajukan Tambahan Rp3 Triliun Untuk Rumah Swadaya

Fatia Qanitat   -   Kamis, 13 Juni 2013, 16:02 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perumahan Rakyat mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp3 triliun pada APBN-P 2013, yang dialokasikan pada program perumahan swadaya.

Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Ansari mengatakan anggaran yang sudah disetujui saat ini sebesar Rp2 triliun untuk 200.000 unit rumah.

“Penambahan anggaran tersebut dibutuhkan karena diperkirakan biaya untuk memperbaiki satu unit rumah membutuhkan biaya lebih dari yang sudah dianggarkan,” paparnya usai diskusi Pengalihan Subsidi BBM untuk Program Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang Lebih Tepat Sasaran, Kamis (13/6/2013).

Karena kenaikan bahan bangunan yang disebabkan kenaikan taif dasar listrik dan rencana penaikan bahan bakar minyak, jelasnya, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah lebih tinggi.

Saat ini, rumah dengan kerusakan sedang memperoleh bantuan Rp7,5 juta, dan diusulkan naik menjadi Rp10 juta. Sementara untuk rumah dengan kerusakan pasah diusulkan naik Rp20 juta, dari sebelumnya Rp15 juta/unit.

Selain itu, imbuhnya, anggaran tambahan tersebut diharapkan dapat memberikan bantuan perbaikan rumah lebih banyak lagi.

“Sehingga tahun ini secara total rumah yang bisa dibantu mencapai 400.000 unit,” katanya.

Dia mengaku dapat merealisasikan target tersebut, karena sampai saat ini pihaknya telah menerima permohonan perbaikan rumah mencapai 590.000 unit.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER