Bisnis Indonesia - bisnis.com
Senin, 26 September 2016

BTN Luncurkan Skema KPR Untuk Pekerja Informal Akhir Tahun

Emanuel B. Caesario Selasa, 20/09/2016 06:25 WIB
BTN Luncurkan Skema KPR untuk Pekerja Informal Akhir Tahun
Proyek perumahan sederhana
Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah bersama PT Bank Tabungan Negara Tbk. menargetkan pada Desember tahun ini siap untuk meluncurkan proyek perumahan bagi pekerja di sektor informal dengan skema kredit pemilikan rumah yang unik dari BTN.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) Maryono mengatakan, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian atau backlog saat ini yang berkisar antara 11 juta hingga 13 juta rumah tidak dapat sekadar ditangani dengan cara-cara yang bisa seperti selama ini.

Kebutuhan tiap tahun meningkat sekitar 800.000 unit rumah, sementara kemampuan penyediaan selama ini hanya sekitar 400.000 unit, menyisakan defisit sekitar 400.000 unit tiap tahun. Bahkan dengan target sejuta rumah setahun pun,  butuh minimal 15 tahun untuk menyelesaikan masalah defisit hunian.

Maryono mengatakan, hingga saat ini sudah banyak stimulus yang diberikan untuk program perumahan rakyat, tetapi asas kehati-hatian yang diterapkan perbankan sulit untuk begitu saja menjangkau pekerja informal. Padahal, sektor ini menyumbang angka backlog yang tinggi.

“Kalau bisa cukup enam hingga tujuh tahun kita usahakn tutup backlog perumahan ini. Untuk itu kami juga buat trobosan lain, kami tidak hanya melakukan pembiayaan yang subsidi dan non-subsidi, tetapi kami akan masuk lebih dalam melalui KPR untuk pendapatan tidak tetap,” katanya, dikutip Senin (19/9/2016).

BTN telah bekerja sama dengan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk dapat menciptakan trobosan pengembangan rumah yang cepat, murah dan layak huni.

“Sekarang tinggal tunggu desain rumah yang layak ini bagaimana. Kita harapkan di Desember kita launching untuk rumah pendapatan tidak tetap ini,” katanya.

BTN menargetkan, tahun depan dapat menyalurkan pembiayaan KPR untuk 600.000 unit rumah, meningkat signifikan dari yang biasanya hanya 300.000 hingga 400.000 unit setahun. Untuk tahun ini, BTN mendapat jatah target 570.000 unit dari program sejuta rumah dan telah terealisasi sekitar 440.000 hingga Agustus lalu.

Maryono mengatakan, upaya percepatan ini dilakukan antara lain melalui penguatan kerjasama dengan sejumlah pemangku kepentingan lain bidang perumahan, termasuk sejumlah BUMN kontraktor. Setelah bekerjasama dengan Perum Perumnas dan PT PP Tbk., BTN menargetkan kerjasama dengan sejumlah BUMN Karya lainnya yang memiliki lini usaha perumahan.

Selain itu, dirinya menargetkan tahun ini sudah dapat merealisasikan bunga KPR satu digit, menyesuaikan dengan suku bunga acuan dari Bank Indonesia. Hingga kini, bunga KPR komersial non-promo dari BTN masih berkisar di 11% per tahun.

“Tergantung penurunan cost of fund secara keseluruhan. Kalau itu bisa cepat, ya penurunan suku bunga juga bisa cepat. Akhir tahun ini saya kira sudah bisa,” katanya.

Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Apps Bisnis.com available on:    
more...