Bisnis Indonesia - bisnis.com
Minggu, 25 September 2016

Efek Tax Amnesty Bagi Properti Baru Terlihat Tahun Depan

Emanuel B. Caesario Jum'at, 23/09/2016 06:52 WIB
Efek Tax Amnesty Bagi Properti Baru Terlihat Tahun Depan
Tax Amnesty.
Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Arus investasi dana repatriasi dan deklarasi dalam negeri hasil pengampunan pajak atau tax amnesty ke dalam sektor properti diperkirakan baru akan mulai gencar terjadi di awal tahun depan.

Presiden Direktur PT Sanjaya Konsultindo Nusantara, Lucas Sony Sanjaya mengatakan, saat ini sebagian besar masyarakat masih disibukkan dengan berbagai hal-hal teknis untuk dapat memanfaatkan pengampunan pajak ini.

Tahap pertama pengampunan pajak akan segera berakhir pada akhir bulan ini. Saat ini, masyarakat lebih banyak berpikir tentang bagaimana untuk melaporkan hartanya dan membayar uang tebusan serta menarik hartanya dari luar negeri masuk ke dalam negeri.

Mereka belum terlalu banyak berpikir tentang bagaimana menyalurkan dana tersebut ke dalam instrumen investasi pilihan selama tiga tahun ke depan. Menurutnya, hal itu setidaknya masih akan berlangsung hingga akhir periode kedua di Desember mendatang.

“Saya kira baru awal-awal tahun depan dana itu akan masuk ke sektor properti dan  pertengahan tahun depan ke atas baru cukup bergairah setelah periode tax amnesty ini selesai, karena orang sudah fokus di investasinya,” katanya, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, sektor properti akan menjadi pilihan investasi yang cukup menarik, apalagi menimbang syarat pengendapan dana repatriasi yang harus mencapai tiga tahun. Lagipula, potensi imbal hasil investasi properti masih sangat tinggi sebab harganya saat ini belum mencapai puncak.

Secara umum, menurutnya sektor residensial seperti rumah tapak dan apartemen  akan lebih dahulu mendapatkan arus masuk penjualan. Seiring pemulihan ekonomi dan arus investasi domestik, sektor properti lainnya pun akan beranjak membaik.

 Dirinya menilai, di akhir tahun 2017 pemulihan industri properti secara nyata akan terasa, asalkan pemerintah juga tetap dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi saat ini dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung dunia usaha.

Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Apps Bisnis.com available on:    
more...