Alam Sutera Percepat Pengembangan Pasar Kemis 15 tahun

PT Alam Sutera Realty, Tbk. berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan Suvarna Sutera seluas 2.600 hektare melalui mitra barunya, China Fortune Development Land (CFLD) selama 15 tahun.
Anitana Widya Puspa | 07 Oktober 2017 22:37 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Alam Sutera Realty, Tbk. berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan Suvarna Sutera seluas 2.600 hektare melalui mitra barunya, China Fortune Development Land (CFLD) selama 15 tahun.

Marketing and Sales Division Head Suvarna Sutera, Henny Meyliana menuturkan dengan izin pembangunan di Pasar Kemis, Tangerang Selatan yang sangat luas, hadirnya CFLD diharapkan memacu pengembangan kawasan secara menyeluruh, dari sebelumnya diperkirakan selama35 tahun menjadi 15 tahun.

“Jika sendirian mengembangkan kawasan akan sangat pelan untuk bisnis ini. Belajar dari pengalaman sebelumnya. Kami secara mandiri membutuhkan waktu 23 tahun untuk mengembangkan kawasan alam sutera seluas 800 ha. Sedangkan saat ini kami mengantongi izin 2.600 ha,” katanya kepada Bisnis Sabtu (7/10).

Seperti diketahui CFLD menjalin kerja sama dengan emiten berkode saham ASRI untuk menggarap proyek tersebut di atas lahan seluas 60 hektare (ha).CFLD membeli lahan dari Alam Sutera dengan merogoh kocek hingga US$ 150 juta. Di atas lahan itu, pengembang ini bakal membangun perumahan sebanyak 2.800 unit dengan luas bangunan rata-rata 140 meter persegi (m2) yang akan diberi label Lavon Swan City.CFLD juga masih berniat membeli lahan tambahan tahun depan.

Sementara itu berdasarkan rancang induk yang disusun, pengembangan Suvarna Sutera terbagai atas tiga tahap, dengan tahap pertama mencakup 900 ha lahan. Tercatat hingga kini ASRI telah mengembangkan separuhnya atau seluas 450 ha.

Menurutnya sejak peluncuran pada 2013 hingga Agustus lalu, ini telah memasrkan lebih dari 4.700 unit untuk rumah, kaveling dan ruko dengan nilai penjualan mencapai Rp 5,3 triliun. Khusus untuk tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan dapat menembus angka Rp600 miliar.

Proyek itu telah memberikan kontribusi sebesar 12% dari seluruh target pendapatan ASRI pada tahun ini, sebesar Rp 5 triliun. ASRI akan banyak menyasar segmen menengah atas dengan memasarkan hunian senilai Rp1,2 miliar untuk unit termurahnya dari klaster Chiara.

Saat ini ASRI memang masih fokus pada pengembangan residensial di kawasan ini, khususnya rumah tapak di samping menjual kavling dan ruko. Perusahaan masih optimitis bahwa hunian rumah tapak tetap menjadi yang paling dinikmati generasi milenial.Terutama dengan pergerakan harga yang bersiap melesat di Pasar Kemis yang kini berkisar Rp4 juta per meter persegi, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan Alam Sutera yang saat ini mencapai Rp14 juta meter persegi.

Sementara itu induk usahanya ASRI juga telah membeli lahan tambahan seluas 300 ha untuk pengembangan proyek baru yang direncanakan diluncurkan terealisasi pada akhir tahun ini.

Selain ASRI, tangerang selatan memang tengah dikepung oleh pengembang besar lainnya seperti Summarecon, Paramount Land, serta Sinar Mas Land. Para pengembang itu juga tergolong rajin mengembangkan kawasan dengan mitra asing seperti Hong Kong Land ataupun Tokyu Land.

Sementara itu Country Manager Rumah.com, Wasudewan menuturkan pada kuartal II/2017, median harga apartemen di wilayah Tangerang Selatan naik hingga 8% dibandingkan kuartal I/2017 (quarter on quarter). Harga saat ini berada di posisi Rp18 juta per meter persegi, yang tertinggi sejak kuartal Kuartal I/2015.

Sementara itu median harga apartemen untuk rentang Rp350 juta – Rp800 juta di Tangerang Selatan mengalami peningkatan 2,98% dibanding kuartal I/20017. Kenaikan menyebabkan harga yang semula dipatok Rp18,21 juta per meter persegi naik menjadi Rp18,75 juta.

“Kelesuan pasar yang terjadi secara global sejak dua tahun lalu sebenarnya tidak terlalu berdampak parah khususnya untuk pangsa hunian di Alam Sutera. Terbukti, apartemen seharga Rp700 juta yang dijual tiga atau empat tahun lalu pun tidak kemudian turun jadi Rp600 juta. Sebab developer tidak mungkin melakukan koreksi harga, sebaliknya hanya perubahan desain menyesuaikan pasar saja,”katanya.

Kawasan Tangerang Selatan masih menyimpan potensi investasi lantaran potensi peningkatan nilai properti yang ada di Serpong adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia. Proyeksi itu nampak sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang pada tahun ini, menargetkan perekonomian wilayahnya untuk tumbuh hingga 8,5% atau naik tipis dibanding pencapaian 2016 yang sebesar 8,4%.

Tangsel pun diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk sektor perdagangan, jasa, dan properti.

Tag : alam sutera
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top