REI Naikkan Target Pembangunan Rumah MBR

Asosiasi Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) akan menaikkan target pembangunan rumah MBR kepada anggotanya.
Anitana Widya Puspa | 23 Oktober 2017 00:07 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) akan menaikkan target pembangunan rumah MBR kepada anggotanya.

Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat Paulus Totok Lusida mengungkapkan tahun ini target sebanyak 200.000 unit yang dilakukan melalui anggotanya telah terealisasikan sebanyak 150.000 unit dengan komposisi yang seimbang antara hunian MBR dengan hunian komersial.

Tahun depan pihaknya akan menaikkan target menjadi 600.000 unit, separuhnya dialokasikan untuk MBR dan separuhnya lagi hunian komersial.

"Jadi dari 100.000 untuk MBR menjadi 300.000, naik 300%," katanya kepada Bisnis melalui sambungan telepon, Minggu (22/10/2017).

Target yang melonjak drastis dari tahun ini dikarenakan REI akan mulai menggenjot target MBR melalui pembangunan hunian dengan kegiatan perumahan. REI tidak lagi sekadar membangun rumah murah namun akan sekaligus melengkapi fasilitas komersialnya.

Selain itu, sebut Totok, apabila perizinan satu atap nasional mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2018, maka target satu juta rumah yang selama tiga tahun ini belum tercapai pasti bisa diraih.

“Jika efektif berlaku, regulasi itu sangat fair buat kami. Kalau misalnya dalam dua minggu tidak ada follow up izin otomatis keluar,” ungkapnya.

Sementara itu Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengungkapkan masih optimistis mengejar target satu juta rumah akhir tahun ini.

Hal itu seiring cairnya dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp3,1 triliun untuk 40.000 unit hunian.

“Kami harus revisi DIPA, BTN tahun ini tidak ikut FLPP padahal seharusnya yang disalurkan BTN Rp6,6 triliun. jadi memang agak nunggu lama,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Lana menilai dengan SOP yang diharapkan dapat menambah alternatif penyaluran KPR dari institusi syariah juga bisa berdampak positif pada program Satu Juta Rumah yang digagas pemerintah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Pastinya bisa membantu pemerintah mempercepat pembangunan satu juta rumah, karena sudah jelas dan semakin banyak perbankan yang jadi penyalur KPR. Terutama Porsi pembiayaan melalui Syariah saat ini mencapai 41% atau sebesar 4.304 unit senilai Rp439 miliar," kata Lana

Lana menyebut sampai saat ini realisasi pembangunan satu juta rumah baru mencapai 644 ribu rumah atau 64,4% dari target pada Oktober ini. Namun, Kementerian PUPR memperkirakan, hanya mampu membangun 700 ribu rumah sampai tutup tahun.

,

Tag : mbr
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top