Sofyan Djalil: Reforma Agraria Butuh Waktu

JAKARTA--Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengaku penyelesaian masalah terkait reforma agraria membutuhkan waktu yang panjang karena bukan suatu pekerjaan yang mudah.
Thomas Mola | 26 Oktober 2017 19:55 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil (kedua kanan) berfoto bersama warga seusai penyerahan secara simbolis sertifikat hak atas lahan tanah di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6). - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengaku penyelesaian masalah terkait reforma agraria membutuhkan waktu yang panjang karena bukan suatu pekerjaan yang mudah.
"Saya punya keyakinan masalah bisa diselesaikan. Ini seperti menyelesaikan benang kusut, semakin dibuka semakin kelihatan kusutnya. Makanya it takes time,"ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/10/2017).
Sofyan menambahkan program sertifikasi tanah sejauh ini berjalan dengan baik karena tidak banyak masalah berarti. Namun, mengingat baru 46 juta dari 130 juta bidang tanah yang bersertifikat, pemerintah akan terus bekerja keras mempercepat proses sertifikasi tanah dengan target 53 juta pada tahun depan.
 "Targetnya tahun depan bisa jadi 53 juta bidang tanah yang bersertifikat," kata dia.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan kebijakan reforma agraria adalah bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi. "Bukan sekadar bagi-bagi tanah," tegasnya.
Darmin menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat salah satunya melalui sertifikasi yang dapat memberikan kepastian hukum.
"Saya optimistis fondasi sudah dibangun sehingga kita tinggal menjalankan," jelasnya.

Tag : reformasi agraria, tanah, sertifikat tanah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top