Para Broker Properti Hadapi Berbagai Masalah

Sejumlah problem masih kerap dihadapi para pebisnis real estate broker dan masyarakat pemakai jasa broker.
Anitana Widya Puspa | 28 November 2017 20:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah problem masih kerap dihadapi para pebisnis real estate broker dan masyarakat pemakai jasa broker.

Ketua Panitia The Biggest Real Estate Summit 2017 Paulus Kusumo, mengatakan masalah itu di antaranya Black Selling /Secret Selling / transaksi yang tidak dilaporkan / pencurian transaksi.

Hal ini menjadi problem bagi franchisor maupun para pemilik kantor yang disebabkan oleh para broker / Marketing Executive / Marketing Associate yang nakal dan tidak bertanggung jawab. Lalu, cara kerja yang tidak profesional, mulai dari pencatatan dan pembuatan kontrak agen pemasaran yang tidak dilakukan ataupun dilakukan tanpa melakukan pengecekan dan analisis yang layak, hingga proses penjualan yang tidak dibantu secara layak.

Kemudian penipuan oleh broker properti yang tidak bertanggung jawab kepada para klien, mulai dari membawa lari uang muka (down payment) hingga “Mark Up” transaksi tanpa sepengetahuan pemilik properti. Selain itu juga pengingkaran komitmen/perjanjian kantor real estate agen kepada broker (marketingnya) dan pemotongan komisi sepihak oleh pemilik/klien dengan tidak adil, hingga komisi yang tidak dibayar oleh klien nakal, dan lain lain.

“Di banyak group diskusi sering dilontarkan untuk dibahas bagaimana cara penyelesaian yang tepat untuk kasus kasus tersebut, tetapi tidak pernah didapatkan solusi yang baik untuk mengatasi semua permasalahan itu. Hampir semua problem yang terjadi tidak dapat diatasi dan dicegah, karena disebabkan tidak adanya regulasi yang jelas dan infrastruktur data transaksi. Sekaranglah saatnya kita ubah kondisi ini,” katanya Selasa (28/11).

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) mengajak kepada para broker properti di Indonesia, baik yang sudah maupun belum menjadi anggota, untuk menghadiri perhelatan akbar The Biggest Real Estate Summit 2017 bertema “Harness Change For Change To Be Great” yang akan digelar pada Rabu (29/11) di The Hall Senayan City, Jakarta. Pasalnya banyak pengetahuan yang bisa didapat dan berguna bagi broker properti dalam menjalani profesinya. "Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja secara profesional."

The Biggest Real Estate Summit 2017 akan menampilkan diskusi dengan pembicara antara lain Dirjen Pajak RI Ken Dwijugiasteadi, Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia Yulita Widyadhari, dan Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badarddin. Juga akan digelar Talk Show dengan tema bahasan “Pengembang Asing di Indonesia : Inovator atau Disruptor” dan akan menjadi pembicara tiga pengembang yakni Keppel Land, Swan City dan Paramount Land.

Selain itu juga digelar Seminar oleh Prof. Rhenald Kasali yang merupakan Guru Besar Universitas Indonesia bertema “Change and Disrption”. Dalam tulisannya berjudul “Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik (Begitulah Shifting Terjadi), Rhenald Kasali mengatakan saat ini adalah zaman “shifting”. Di era ini, para pengusaha lama perlu men-disrupsi diri agar siap bertarung dengan cara-cara baru. “Dunia ini sedang ‘shifting’. Ia menciptakan jutaan kesempatan baru yang sulit ditangkap orang-orang lama, atau orang-orang malas yang sudah tinggal di bawah selimut rasa nyaman masa lalu,”ujar Rhenald Kasali.

Hartono mengatakan, para broker properti bisa mengambil masukan dari pemaparan Rhenald Kasali dan dijadikan inspirasi dalam membuat strategi-strategi baru untuk menjalankan pekerjaan sebagai broker properti di tengah perubahan zaman.

Tag : arebi
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top