Pemain Lokal Masih Dominasi Pasar Perkantoran

Colliers International Indonesia mencatat pemain lokal masih mendominasi pasar perkantoran coworking space meskipun sejumlah pemain luar utamanya dari Asia juga telah mulai melakukan penetrasi pasar.
Anitana Widya Puspa | 03 Desember 2017 20:06 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA— Colliers International Indonesia mencatat pemain lokal masih mendominasi pasar perkantoran coworking space meskipun sejumlah pemain luar utamanya dari Asia juga telah mulai melakukan penetrasi pasar.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pertumbuhan paling cepat pasar coworking space utamanya berada di kawasan CBD, khususnya bagi operator dengan modal kerja yang tangguh. Menurutnya operator ini lazimnya mengambil area seluas 1.000 meter persegi atau lebih.

Maraknya coworking space dipicu oleh pertumbuhan aktivitas ekonomi yang cepat di Jakarta menggerakkan perusahaan baru yang sebagian besar perusahaan start up dalam bidang teknologi. Perusahaan start up baru itu ingin model perkantoran yang lebih efeisien dan murah seperti coworking space.

“Ketidakpastian pasar telah mengakibatkan perkantoran konvensional yang selama ini melibatkan kontrak sewa jangka panjang menjadi kurang diminati. Kondisi ini juga memicu coworking space yang juga menyediakan layanan private office,”katanya dikutip Minggu(3/12).

Vanessa Hendriadi Li founder Rework menuturkan kemunculan coworking space dimulai dari beberapa pemain lokal seperti comma pada 3—4 tahun lalu. Selanjutnya pemain lokal masih mendominasi pasar, tercatat hanya operator asing asal singapura seperti SpaceMob yang mengambil lahan di Gama Tower. Di Indonesia sendiri tercatat telah ada cukup banyak co-working space EV Hive, Freeware Spaces, Cre8, Rework, hingga Kolega

Tahun depan Vanessa melihat masih akan ada dua operator asing yang mulai memasuki pasar Indonesia. Dia tak khawatir akan hal itu, pasalnya pemain lokal memiliki keunggulan yang mampu memahami kondisi pasar. Bahkan sejumlah pemerintah daerah di luar Jawa juga mulai membangun coworking space yang dilakukan secara swakelola.

Teknologi kata dia memang merubah cara orang bekerja. Saat ini Rework telah membuka dua cabang di Jakarta sekuas 700 meter persegi. Ekspansi pun diharapkan berlanjut hingga akhir tahun ini dan tahun depan dengan total lahan menjadi 5.000—6.000 meter persegi.

Memperbanyak ketersediaan jumlah pilihan lokasi cabang bisa menjadi strategi untuk unggul dalam persaingan sektor co-working space tanah air, apalagi dengan tunjangan akses aplikasi mobile yang telah mulai diperkenalkan sejak April 2017

Tag : perkantoran, bisnis properti
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top