Dibuka Jalur Alternatif Urai Macet di Jalan MT Haryono

KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia resmi membuka alternatif akses jalan Dewi Sartika bagi penghuninya menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini dimaksudkan untuk membantu penghuni mengurangi dampak kemacetan dari pembangunan infrastruktur sepanjang Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.
Ipak Ayu H Nurcaya | 07 Desember 2017 22:17 WIB
Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan flyover Pancoran di Jalan MT. Haryono, Jakarta, Senin (9/10). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia resmi membuka alternatif akses jalan Dewi Sartika bagi penghuninya menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini dimaksudkan untuk membantu penghuni mengurangi dampak kemacetan dari pembangunan infrastruktur sepanjang Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.

Direktur Marketing Pikko Group Sicilia Alexander Setiawan mengatakan kendala sementara yang dialami kawasan Cawang - MT Haryono adalah kemacetan atas pembangunan infrastrukur yang dilakukan secara serentak. Dampaknya, saat jam sibuk tertentu, bisa berjam-jam untuk melintas menuju Pancoran.

Selain proyek LRT, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengerjakan proyek underpass Mampang Prapatan-Kuningan dan pembangunan flyover Pancoran. Titik-titik lokasi pembangunan itu menyebabkan kemacetan di persimpangan Cawang dan Jalan MT Haryono.

“Melihat kondisi ini, kami mengambil inisiatif untuk membantu penghuni kawasan terpadu Signature Park Grande dengan memberikan alternatif akses melalui Jalan Dewi Sartika menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini untuk membantu para penghuni yang selama ini mengakses arah MT Haryono," katanya melalui siaran pers, Kamis (7/12/2017).

Sicilia mengatakan persimpangan Cawang - MT Haryono merupakan junction Kota Jakarta bagi arus kendaraan dan penglaju dari Bogor, Cibubur dan Bekasi untuk menuju pusat kota Jakarta sekitarnya. Posisinya sangat strategis dan merupakan titik temu Jabodatebek terkait penerapan sistem TOD.

Lokasi Signature Park Grande yang berada di posisi sudut (hook) Jalan Dewi Sartika - MT Haryono kian memudahkan mobilitas penghuni beraktivitas. Melalui akses Jalan Dewi Sartika, misalnya penghuni dapat menghindari penumpukan kendaraan di jalan utama MT Haryono menuju persimpangan Otista, Tebet, Pramuka dan Jakarta sekitarnya.

Signature Park Grande dikembangkan KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia serta menggandeng Pulau Intan sebagai kontraktor utama pembangunan dua menara apartemen The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) dalam kawasan hunian terpadu di lahan sekitar 4,3 hektare.

Tiap menara memiliki 3 tipe unit kamar bersertifikat hak milik. Perusahaan melepas dengan harga kompetitif mulai Rp900 jutaan hingga Rp1,6 miliaran. Adapun ruang perkantoran satu lantai berukuran 70-90 meter persegi, dipasarkan mulai Rp3,3 - Rp6,7 milliar.

“Dengan harga tersebut selama Desember 2017, konsumen dapat memiliki unit fully furnished dengan bunga KPA hanya 4,1%, bebas biaya admin dan provisi serta uang muka hanya 10% yang dapat diangsur Rp 6 jutaan per bulan sesuai dengan komposisi unitnya” ujar Sicil.

Tag : jalur alternatif
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top