Didorong Milenial, Pasar Apartemen Tetap Kuat

Pasar properti nasional secara tradisional mengalami penurunan di bulan Ramadan, namun hal tersebut tampaknya menjadi pengecualian untuk sektor apartemen.
Anitana Widya Puspa | 11 Juni 2018 00:28 WIB
Pengunjung melihat maket apartemen - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar properti nasional secara tradisional mengalami penurunan di bulan Ramadan, tetapi hal tersebut tampaknya menjadi pengecualian untuk sektor apartemen.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita mengatakan kondisi itu didorong tingginya minat generasi milenial terhadap properti tipe apartemen. Berdasarkan Rumah.com Property Index, harga apartemen secara nasional melonjak drastis dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan harga apartemen tetap stabil bahkan meski berada dalam periode Ramadan.

Dia menjelaskan bahwa pada periode Ramadan 2016, misalnya, tren pasar apartemen meningkat 1,1% pada kuartal III/2016 dibandingkan kuartal kedua (quarter-on-quarter). Index juga menunjukkan kenaikan sebesar 2% pada kuartal III/2016 dibandingkan kuartal II/2016. Secara tahunan, Index menunjukkan kenaikan harga sebesar 10,5% pada kuartal I/2018.

Marine membandingkan tren ini berbeda dengan tren pasar properti secara keseluruhan, yang juga mengukur rumah tapak. Pada periode Ramadan2016, tren pasar properti mulaimenurun 0,4% pada kuartal III/2016 (q-o-q).

"Selanjutnya, pada periode Ramadan 2017, penurunan sebesar 0,1% juga terjadi pada kuartal III/2017. Tren pasar properti pada fase Ramadan secara tradisional menurun karena pengeluaran konsumen lebih banyak pada belanja konsumtif," katanya Minggu (10/6/2018).

Optimisme pasar properti di sektor apartemen ini dirasakan oleh Agus Susilo, Direktur Utama Cimanggis City Apartment, Depok. Menurutnya, penjualan di bulan Ramadan tetap terjaga. Pada bulan Mei, pihaknya berhasil menjual 51 unit.

Disamping kemudahan pembiayaan seperti cicilan uang muka, gimmick marketing yang disesuaikan dengan event yang sedang berlangsung, seperti Ramadan, tampaknya cukup ampuh untuk menarik minat konsumen.

Dia mengatakan kebanyakan pembeli apartemen adalah pekerja di sekitar Depok. Ada yang untuk ditinggali,ada yang untuk investasi. Sebanyak 30-40% pembelinya berasal dari kalangan milenial, di bawah 35tahun, beberapa masih lajang.

Ketertarikan milenial terhadap properti, khususnya apartemen, juga tercermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survey Singapura, Intuit, itu menunjukkan bahwa sebanyak 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40 tahun -60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga yang relatif terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yangmenarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis.

Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta.

Sementara dari sudut pandang generasi yang lebih tua, mereka yang sudah mapan membidik apartemen sebagai sarana investasi. Kenaikannya lebih pesat jika dibandingkan rata-rata kenaikan rumah tapak. Apartemen juga relatif lebih mudah disewakan ketimbang rumah tapak. Aspek investasi ini juga menjadi pertimbangan generasi milenial.

“Meskipun masih sedikit, milenial yang sudah menyadari perlunya kematangan finansial menginvestasikan uangnya dalam bentuk apartemen,” katanya.

Tag : apartemen
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top