Kalangan Milenial Diajak Investasi Rumah sejak Dini

Perusahaan pengembang, Kalindo Land Ingin menarik kalangan milenial yang baru masuk dunia kerja untuk bisa membeli rumah.
Anitana Widya Puspa | 28 September 2018 00:03 WIB
Perumahan sederhana - Antara/Raisan Al/Farisi

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan pengembang, Kalindo Land Ingin menarik kalangan milenial yang baru masuk dunia kerja untuk bisa membeli rumah.

Oleh sebab itu sebagian dari hunian yang dikembangkan Kalido Land di proyek tersebut masuk dalam program rumah bersubsidi yang disokong pemerintah dengan nilai cicilannya mulai dari Rp900.000 per bulan atau hanya Rp30.000 per hari.

Saat ini perusahaan menawarkan 8 proyek perumahannya di kawasan Tangerang, Cibubur, Cileungsi, Bogor dan Bekasi yang cicilannya seharga segelas di Starbucks dalam ajang BTN Expo 2018 yang sedang berlangsung di Jakarta.

Kedelapan proyek perumahan itu adalah Villa Bogor Indah, Regensi Melati Mas, Bekasi Timur Regensi, Cendana Residence, Grand Nusa Indah, Permata Nusa Indah, Permata Tangerang, dan The Oak Tower.

Cecep Prayitno Manager Marketing Kalindo Land mengatakan Kalindo Land ingin mengedukasi dan mendorong generasi baru angkatan kerja yang sudah bekerja untuk mulai menginvestasikan penghasilannya dengan membeli rumah yang harganya terjangkau. Generasi milenial ini biasanya kalau sudah punya income, kebanyakan menghabiskan uangnya untuk memanjakan tren gaya hidup.

“Mereka suka travelling, gonta ganti ponsel mahal, atau kuliner mahal. Nah kami coba mengajak mereka agar mulai membeli rumah sebagai bentuk investasi masa depan. Proyek yang kami kembangkan cocok untuk tingkat penghasilan mereka yang belum besar. Ada rumah yang cicilannya kalau dihitung per hari itu hanya Rp30.000, seharga segelas kopi di Jakarta,” ujarnya melalui keterangan resmi Kamis (27/9).

Generasi milenial yang masuk dalam angkatan kerja baru itu berusia antara 25 tahun hingga 35 tahun yang biasanya sarat dengan perilaku gaya hidup yang konsumerisme.

Karena itu, Kalindo Land ingin memberikan pemahaman bahwa sudah saatnya mereka membelanjakan uang penghasilan mereka untuk investasi produktif, dimana hunian adalah pembelian yang paling cocok untuk mereka.

“Kalau mereka mulai beli rumah sejak muda, kan itu menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat di saat mereka sudah berusia 40 tahunan. Contohnya, dulu yang beli rumah di Serpong mungkin murah sekali bahkan tak ada harganya. Tapi kini kalau punya rumah di Serpong pasti mahal sekali,” katanya lagi.

Dia melanjutkan begitupun, untuk proyek di Cileungsi (Permata Nusa Indah) masih bisa mendapatkan harga Rp100 jutaan. Meski merupakan rumah bersubsidi, namun lingkungan dikelola oleh estate management.

"Mereka beli sekarang masih terjangkau, tapi dalam lima atau sepuluh tahun ke depan akan naik harganya menjadi berlipat-lipat seperti kejadian di BSD Serpong itu,” ujarnya.

Kalindo Land menyediakan rumah yang mengkombinasikan program rumah bersubsidi dan non subsidi. Untuk non subsidi ditawarkan hunian dengan harga mulai dari Rp180 juta untuk hunian dengan tipe luas lahan 60 m2 dan bangunan 29 m2.

Ada juga hunian dengan harga Rp200 juta sampai Rp300 juta untuk hunian dengan tipe hunian tanah mulai dari 72 m2 dan bangunan 36 m2.

Sementara untuk proyek yang di Bogor (Villa Bogor Indah) kami malah punya hunian harga Rp400 juta. Kalau yang besaran cicilan sekitar Rp150 ribu per hari.

Tag : bisnis properti, generasi milenial
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top