Mughnii Land Garap Hunian Skala Kota 11 Hektare di Malang

Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) menyiapkan megaproyek hunian skala kota yang diklaim terbesar di Jawa Timur, Karangploso Townhouse seluas 11 hektare di Malang.
M. Rochmad Purboyo | 09 Oktober 2018 19:22 WIB
Lahan Karangploso Townhouse sedang dalam proses pematangan

Bisnis.com, JAKARTA--Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) menyiapkan megaproyek hunian skala kota yang diklaim terbesar di Jawa Timur, Karangploso Townhouse seluas 11 hektare di Malang.

Mulyani Sri Utami, President Director PT Mahakarya EAMD., mengatakan Karangploso townhouse merupakan kawasan hunian untuk rumah sederhana terluas di Jawa Timur yakni dengan total lahan seluas 11 hektare.

Berlokasi di Kecamatan Karangploso, Kab. Malang yang berbatasan langsung dengan Kota Batu, properti ini akan memiliki total unit rumah yang akan dibangun sekitar 794 unit dan ruko sebanyak 29 unit.

Kawasan hunian ini, katanya, juga telah mengantongi Izin Siteplan dan mendapatkan pengesahan dari Bupati Malang serta surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Lokasi, Izin Tata Ruang serta beberapa izin lainnya seperti Peil Banjir, PLN dan uji Lab Air.

“Karangploso Townhouse merupakan megaproyek Mughnii Land yang bisa menjadi pilihan bertempat tinggal terbaik di Malang serta Kota Batu dan memberikan proyeksi keuntungan investasi menjanjikan di masa depan,” ujarnya dalam rilisnya Selasa (9/10/2018)

Hunian yang mulai dibangun sejak penghujung 2017 lalu ini, katanya, kini mulai memasuki tahap pematangan lahan yang ditandai dengan proses cut and fill dan sudah mencapai 30% dari total luasan kawasan. Secara bertahap, empat klaster sudah siap dilakukan pembangunan kurang lebih 300 unit rumah.

Sampai saat ini, katanya, pembangunan Karangploso Townhouse terus dikebut dengan tahapan proses pematangan lahan. Untuk tahapan awal sendiri akan dibangun sekitar 300 unit untuk tipe 36/72. Sementara pengembangan selanjutnya untuk tipe 56/60 (dua lantai) yang dalam rencananya mulai dikerjakan tahun depan.

Menurut Utami, antusiasme pasar juga sangat tinggi. Sejak mulai dipasarkan awal tahun ini, tercatat dari 794 unit rumah yang disediakan oleh pengembang telah diminati oleh kurang lebih 500 pemesan unit dengan skema bayar cash keras, installment dan KPR. Bahkan 304 unit dipesan oleh konsumen dengan 221 pembeli di antaranya telah melakukan proses pilih unit.

“Kami bertekad akan segera menyelesaikannya sesuai target yakni di akhir tahun 2019 sudah bisa dihuni untuk yang tipe 36/72,” katanya

Unit hunian itu dipassarkan dengan harga mulai dari Rp115 juta dan uang muka mulai dari Rp8,5 juta (developer policy) serta angsuran mulai dari Rp.600.000/bulan,

Terkait fasilitas pembayaran, pengembang memberikan semua skema pembayaran seperti cash keras, installment (tunai bertahap) dan KPR. Total sebanyak 71 pembeli memilih cash keras dan installment, sisanya 233 unit memilih KPR. Untuk proses KPR sendiri, pihak pengembang telah menjalin kerja sama dengan beberapa perbankan seperti Bank Bukopin, BRI Syariah, Bank BTN dan BNI Syariah.

Tag : hunian perkotaan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top