Proyek Properti Senilai Rp68 Triliun Ditawarkan ke Investor Global

Indonesia akan memanfaatkan peluang dalam pertemuan Federasi Real Estat Dunia dengan menawarkan investasi sebesar Rp68 triliun proyek properti yang ada di Nusantara.
Ni Putu Eka Wiratmini | 05 Desember 2018 16:40 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan gedung bertingkat di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, DENPASAR – Indonesia akan memanfaatkan peluang dalam pertemuan Federasi Real Estat Dunia dengan menawarkan investasi sebesar Rp68 triliun proyek properti yang ada di Nusantara.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan ada tiga tema yang dibahas dalam Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation (FIABCI) Global Business Summit 2018. Salah satunya adalah investor meeting yang dilakukan secara business to business.

Ada 17 perusahaan pengembang di Indonesia yang menawarkan proyek properti dengan nilai investasi total Rp68 triliun. Selama tiga tahun terakhir, industri property di Indonesia memang kerap bekerja sama dengan investor asing dengan nilai mencapai Rp105 triliun.

Adapun proyek yang ditawari tersebut seperti misalnya beberapa tanah kavling Garuda Wisnu Kencana, Kawasan Industri, hingga Kondotel.

“Besok [Kamis (6/12/2018)] kita mengadakan investor meeting dengan nilai proyek Rp68 triliun, dari jumlah itu yang sudah ditandatangani mencapai Rp10 triliun,” katanya, Rabu (5/12/2018). 

Tema ketiga yang juga diangkat REI dalam FIABCI Global  Business Summit 2018 adalah terkait tourism development. Sebanyak 350 peserta FIABCI dan 1.200 anggota REI yang hadir akan ditawarkan untuk menjadi pengembang di Indonesia.

“Mereka sudah hadir 3 hari di sini, dan telah bergerak hingga ke Nusa Penida, dan mereka mengatakan Indonesia is magic,” katanya.

REI juga akan mengangkat isu affordable housing atau rumah terjangkau pada FIABCI Business Summit 2018. Seperti diketahui, hanya di Indonesia penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang melibatkan sektor swasta.  Padahal di berbagai negara lain, seluruh rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selalu disediakan oleh Pemerintah. Isu ini menjadi salah satu kampanye yang terus digaungkan REI kepada negara-negara lain di dunia.

“FIABCI Global Business Summit 2018 menjadi momentum buat Indonesia memperkenalkan terobosan besar ini,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok mengatakan isu mengenai perumahan rakyat menjadi salah satu tema yang diangkat dalam FIABCI Global Business Summit 2018 di Bali. Ada sekitar 350 peserta dari berbagai negara dan 1.200 anggota REI dari seluruh Indonesia akan mengetahui perkembangan perumahan rakyat tersebut.

“REI akan memberikan terobosan untuk mendukung pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah [MBR],” katanya. 

Tag : properti
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top