JIExpo Bangun Hall Senilai US$90 Juta

Penyelenggara Jakarta Fair PT Jakarta International Expo membangun aula atau hall seluas 4,5 hektare dengan kapasitas puluhan ribu orang untuk meningkatkan daya tampung event pameran ataupun konser.
Akhirul Anwar | 02 Juni 2014 19:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara Jakarta Fair PT Jakarta International Expo membangun aula atau hall seluas 4,5 hektare dengan kapasitas puluhan ribu orang untuk meningkatkan daya tampung event pameran maupun konser.

Komisaris Utama JIExpo Murdaya Poo mengatakan pelaksanaan pembangunan dimulai tahun ini dengan investasi sekitar US$80-90 juta. "Pekerjaannya 18 bulan artinya dua tahun lagi baru bisa dipakai dua tahun lagi," katanya seusai konferensi pers Jakarta Fair Kemayoran 2014 di Jakarta, Senin (2/6/2014).  

Menurutnya, perseroan akan menggunakan dana internal perusahaan dan pinjaman perbankan untuk merealisasikan aula tersebut. Konsepnya hall baru itu terdiri dua tingkat dengan kapasitas lantai dua mencapai 16.000 orang dan lantai pertama diperkirakan lebih banyak sehingga cocok untuk kegiatan konser besar.

Pemprov DKI Jakarta memiliki saham 13,5% di perusahaan itu sehingga menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Daerah. Saham itu diperoleh DKI secara cuma-cuma dari PT JIExpo sehingga tidak pernah mengeluarkan sepeserpun untuk mengantongi sahamnya.

Murdaya berharap ekspansi pembangunan hall bisa memberikan kontribusi pajak kepada DKI Jakarta. Selama ini pajak yang diberikan setiap tahun lewat Jakarta Fair cukup besar tetapi ia menolak untuk menyebutkan.

"Penghasilan JIExpo tak seberapa. Pajak makanan Pajak Pertambahan Nilai itu yang besar. Hitung aja sendiri berapa pajaknya," jelasnya.

Peringatan HUT ke-487 Kota Jakarta tahun ini diselenggarakan dua perhelatan yakni Pekan Raya Jakarta (PRJ) Monas untuk UKM oleh Pemprov DKI dan JFK oleh JIExpo untuk perusahaan swasta besar serta UKM. Pihak JIExpo menyediakan porsi 30% untuk UKM dan khususnya Pemprov DKI disediakan tempat khusus 2.000 meter persegi.

Sebelumnya perhelatan dua PRJ itu sempat menjadi perseteruan antara JIExpo dan Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama marah karena stand untuk DKI harus bayar Rp4 miliar selama pameran namun tahun ini diberikan khusus secara gratis.

Murdaya berpendapat, JIExpo sebenarnya mendukung pelaksanaan PRJ di mana saja untuk merayakan hari jadi Kota Jakarta karena tidak akan mengganggu pameran terbesar se-Asia Tenggara itu. Sehingga tidak perlu dipersoalkan tentang adanya PRJ di Monas karena bidangnya masing-masing.

Tag : jiexpo
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top