Apersi Minta DPR Batalkan Rencana Penghentian Subsidi Rumah Tapak

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengadakan audiensi dengan Komisi V DPR untuk fasilitasi pembatalan rencana penghapusan subsidi bagu rumah tapak.
Oktaviano DB Hana | 02 Juni 2014 14:43 WIB
Rumah tapak. Apersi minta DPR Batalkan Rencana Penghentian Subsidi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengadakan audiensi dengan Komisi V DPR untuk fasilitasi pembatalan rencana penghapusan subsidi bagu rumah tapak.
 
Ketua Umum DPP Apersi (versi munas Pontianak) Eddy Ganefo menyatakan pihaknya keberatan atas rencana Kementerian Perumahan Rakyat menghentikan program subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi rumah tapak.
 
"Kami minta difasilitasi oleh Komisi V DPR untuk membatalkan keputusan itu," katanya kepada Bisnis ketika ditemui di Senayan, Senin (2/6/2014).
 
Seperti diketahui, Kemenpera akan menghentikan program subsidi bagi rumah tapak sejak 1 April 2015. Subsidi tersebut hanya akan difokuskan bagi rumah susun milik (rusunami).
 
Pemerintah berdalih penghentian tersebut dilakukan untuk mengalihkan pengembangan hunian jenis rumah tapak ke rusunami atau hunian vertikal. Hal itu dilatarbelakangi oleh keterbatasan dan terus meningginya harga lahan.
 
Dengan demikian, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi sasaran subsidi itu akan diarahkan untuk membeli rusunami.

Tag : rumah bersubsidi
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top