Pergantian Presiden Tak Pengaruhi Pasar Properti

Terpilihnya presiden baru belum memberikan dampak langsung pada pasar properti pada kuartal III/2014, di mana tingkat permintaan masih berada pada kondisi yang tidak jauh berbeda dengan kuartal sebelumnya.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  09:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Terpilihnya presiden baru belum memberikan dampak langsung pada pasar properti pada kuartal III/2014, di mana tingkat permintaan masih berada pada kondisi yang tidak jauh berbeda dengan kuartal sebelumnya.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia Darmadi Darmawangsa mengatakan pasar properti masih belum mengalami pergerakan positif dan berada pada fase perlambatan.

“Tidak ada dampak apa-apa. Belum bergerak. Malah kita bisa lihat secara makro belum berjalan mulus. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih lemah, sentimen asing juga tidak terlalu bagus,” katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (1/10/2014).

Dia mengatakan walaupun harga properti tetap mengalami pertumbuhan, bukan disebabkan tumbuhnya permintaan di pasar. Bagaimana pun kondisinya, sambungnya, harga properti tetap cenderung naik.

Menurut Darmadi, munculnya proyek-proyek baru yang diluncurkan selama kuartal III/2014 lebih disebabkan pertimbangan bisnis, bukan karena adanya pertumbuhan permintaan. Dari sisi permintaan belum ada pergerakan yang signifikan.

“Proyek baru diluncurkan karena dari developer memang tetap harus bertahan hidup. Kondisi sebetulnya tidak berubah dengan yang terjadi selama semester I lalu,” tuturnya.

Kekhawatiran pasar juga ditambah dengan peluang naiknya harga bahan bakar minyak yang diperkirakan tidak akan lama lagi. Jika harga BBM bersubsidi naik 50%, seluruh bahan material dipastikan naik, yang berdampak langsung pada harga properti.

Dia berharap kalau pun harga BBM naik, setidaknya pemerintah mampu memperkuat nilai tukar rupiah. Dia menuturkan cukup banyak material bangunan yang dipasok dari luar, sehingga cukup mengalami tekanan dengan kondisi saat ini.

“Kalau dari sisi permintaan tidak terlalu bagus, harga juga mengalami kenaikan, kondisi pasar pasti tidak akan terlalu bagus juga,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pemerintah baru diharapkan dapat memperkuat image positif tentang Indonesia, agar dunia luar dapat merespons setiap langkah yang diambil secara positif pula. Dia menambahkan pada dasarnya masyarakat tetap memiliki harapan kondisi pasar akan membaik.

Darmadi memperkirakan momentum tersebut akan terlihat saat presiden baru dilantik pada 20 Oktober mendatang. Pasar properti diharapkan dapat membaik pada awal tahun depan.

Tag : pasar properti
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top