Ciputra Residence Bangun Perumahan Hijau

PT Ciputra Residence anak usaha PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mendapat pinjaman dana dari International Finance Corporation (IFC) guna pembangunan perumahan di Indonesia.
Ipak Ayu H Nurcaya | 27 Maret 2016 10:58 WIB
Citra Raya - Ilustrasi/citraraya.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Ciputra Residence anak usaha PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mendapat pinjaman dana dari International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia sebesar US$30.000.000 atau sekitar Rp391 miliar guna pembangunan perumahan di Indonesia.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Tbk Tulus Santoso Brotosiswojo mengatakan keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk membangun perumahan hijau murah kelas menengah.

“Diharapkan nantinya perumahan tersebut menjadi percontohan bagi masyarakat untuk hidup dalam budaya yang ramah lingkungan,” katanya kepada Bisnis, Sabtu (26/3).  

Tak hanya itu, pembangunan perumahan yang rencananya akan dimulai pada tahun ini bertujuan untuk mengurangi angka backlog yang saat ini mencapai 13,5 juta unit hunian. Sementarapopulasi penduduk Indonesia yang berjumlah 259.700.000 jiwa menempati peringkat keempat sebagai negara terpadat di dunia, angka tersebut tumbuh 1,7 persen setiap tahunnya. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri untuk memasok perumahan yang layak  untuk semua orang di negeri ini.

President Direktur PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata mengatakan bantuan tersebut, nantinya akan digunakan untuk membagun perumahan di Kalimantan, Batam, Sulawesi dan Jawa.

“Kami juga merencanakan untuk membuat rumah murah di Citra Maja Raya, Jawa Barat,”katanya dalam keterangan resmi.

Dia menyambut baik rencana suntikan modal tersebut, dana yang tersebut tidak hanya akan mendukung misi mereka untuk membangun rumah di Indonesia, namun juga akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

“Seperti kita ketahui, jumlah  orang yang pindah ke kota bertambah karena kesempatan kerja lebih banyak di sana, akibatnya energi yang digunakan untuk gedung pun ikut melonjak. Gedung menghabiskan sekitar 30% dari total konsumsi energi di Indonesia,” ujarnya.

IFC juga telah membuat sebuah sebuah sistem sertifikasi yang disebut EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) yakni sebuah sertifikasi yang bisa dijadikan patokan bagi negara-negara berkembang untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan.

Sistem Edge ini dapat menghitung penghematan biaya operasional yang diproyeksikan untuk bangunan hijau. Sebuah bangunan hijau mengkonsumsi lebih sedikit energi, memotong biaya bagi pemilik rumah dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Sebelumnya, Ciputra Residence juga berencana meluncurkan kawasan hunian terbaru dari CitraRaya yakni Villaggio di Tangerang. Kawasan Mega Cluster Villagio dibangun di areal seluas 25 hektar yang terdiri dari 1.153 unit rumah (empat cluster) dan 123 unit ruko. Penawaran harga perdana mulai Rp459 juta termasuk PPn.

Pada tahap pertama, CitraRaya menawarkan Cluster Vernazza dengan jumlah 144 unit. Kluster pertama ini terdiri dari tiga tipe rumah yakni Picollo dengan tipe 6 m x 12 m, Mezzano tipe 7 m x 12 m, Grande 8 m x 12 m.

Kawasan ini dekat dengan dengan lokasi pembangunan Mall Ciputra yang ditargetkan groundbreaking akhir tahun ini. Tak hanya itu, Vernazza dikelilingi oleh fasilitas skala kota yang lengkap yakni Tarakanita, Citra Berkat, Islamic Village, Universitas Esa Unggul Ciputra Hospital, Pasar Modern, Water World & World of Wonder Theme Park, Bank.

CitraRaya merupakan pengembangan kota mandiri oleh pengembang Group Ciputra dengan luas total pengembangan mencapai 2.760 Ha. Sejak dikembangkan pada 1997, CitraRaya telah menjadi rumah bagi lebih dari 65.000 jiwa.

 

Tag : bisnis properti, ciputra residence
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top