Ruko Agung Podomoro Serbu Karawang

PT Agung Podomoro Land Tbk. melalui anak usahanya PT Pesona Gerbang Karawang berencana kembali meluncurkan proyek kawasan bisnis Taruma City seluas 5,5 hektare untuk mengakomodasi kegiatan niaga masyarakat kelas menengah atas di Jalan Kertabumi, Karawang Barat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 15 Oktober 2016 15:47 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk. melalui anak usahanya PT Pesona Gerbang Karawang berencana kembali meluncurkan proyek kawasan bisnis Taruma City seluas 5,5 hektare untuk mengakomodasi kegiatan niaga masyarakat kelas menengah atas di Jalan Kertabumi, Karawang Barat.

AVP Head of Strategic Residential Marketing Division PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Agung Wirajaya mengatakan untuk tahap pertama dalam waktu dekat perusahaan akan meluncurkan 70 unit rumah toko atau ruko dari total 320 unit dengan harga kisaran Rp2 miliar hingga belasan miliar.

Tahap selanjutnya perusahaan akan melengkapi pengembangan Taruma City dengan rumah tapak unit terbatas dan apartemen.

“Taruma City akan menjadi proyek ketiga kami di Karawang setelah sebelumnya sukses dengan Grand Taruma Karawang seluas 48 hektare dan Podomoro Industrial Park 1.000 hektare,” katanya di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Agung mengatakan prospek Karawang dinilai masih sangat menjanjikan. Selain infrastruktur yang kian matang, kabupaten seluas 1.652 kilometer persegi ini juga sedang merampungkan sejumlah pembangunan Bandar udara Ciampel dan stasiun kereta api cepat Jakarta – Bandung.

Sayangnya, lanjut Agung, Karawang belum memliki pusat bisnis yang terpadu dan terkelola dengan baik. Untuk itu, Taruma City akan dikembangkan dengan mengusung desain kawasan cerdas yang nantinya disediakan tim pengelola khusus.

“Posisi kita berada tepat di tengah Karawang Barat tidak jauh dari pusat pemerintahnya. Jadi saya pastikan ini menjadi kesempatan terakhir investor bagi yang ingin memiliki unit premium pertama di Karawang beserta lokasi yang juga premium,” katanya.

Agung menambahkan peluncuran produk Taruma City juga akan menjadi alternatif bagi yang sedang mencari tempat untuk menampung dana repatriasi.

Berbicara potensi sewa, kata Agung, dari sembilan kawasan industri yang sudah berdiri ada 168 industri yang sudah berjalan. Dari angka tersebut sekitar 90%an atau 161 industri diisi oleh merek dari Jepang dengan ekspatriat Jepang yang menjanjikan.

Agung mengatakan jika satu kawasan sudah dipercaya oleh ekspatriat Jepang, biasanya ekspatriat lain seperti Korea atau Eropa akan mengikuti.

“Standar lokasi hunian bagi ekspatriat Jepang sangat tinggi, mereka akan melihat dari sisi kenyamanan, keamanan, dan lain sebagainya secara detail,” katanya.

Hal tersebut bisa dilihat dari Grand Taruma Karawang yang saat ini sudah memiliki tingkat hunian sebesar 90%.

Senior Marketing Manager Grand Taruma Karawang Ie Rina menambahkan dari total 1.077 unit kebanyakan diisi oleh masyarakat sekitar Karawang, Rengasdenglok dan tak sedikit pula yang disewakan pada ekspatriat Jepang.

“Keuntungan sewa sekarang sekitar 8%, biasanya rerata harga per tahun untuk ekspatriat Jepang sekitar Rp70 – Rp80 juta,” ujar Rina.

Rina mengatakan keuntungan sewa tersebut pasti juga akan bertambah seiring permintaan yang masih tinggi. Hal ini bisa dilihat sejak kehadiran APLN pada 2011 lalu, harga tanah Karawang kian melonjak tajam.

Jika sebelumnya masih pada kisaran Rp700.000 per m2 maka ketika APLN hadir harga menjadi Rp1,7 juta per m2. Sementara untuk harga tanah perumahan di sekitar kawasan Grand Taruma sudah mencapai Rp10 juta per m2. Namun, untuk sisa unit di sana APLN masih memasarkan dikisaran Rp8 juta per m2.

“Kami masih memiliki 11 unit ruko, 102 unit rumah, dan 13 unit kavling di Grand Taruma. Harga aktual rumahnya sudah Rp 1,2 miliar untuk tipe 69/126, dan Rp 3,7 miliar untuk tipe 235/300,” katanya.

Rina mengakui penjualan Grand Taruma Karawang terhitung sangat lambat bagi pengembang besar sekaliber APLN. Sejak diluncurkan Mei 2011, 90% penjualan Grand Taruma Karawang justru baru terjadi pada kuartal IV/2016.

Rina mengatakan hal tersebut karena perusahaan memang selektif dalam menentukan pembeli. "Kami pilih-pilih pembeli karena ingin menyasar penghuni pertama agar meramaikan kawasan ini, pembeli investor hanya sekitar 18%," ujar Rina.

Grand Taruma Karawang mengusung hunian hijau pada setiap model bangunan yang memiliki gaya modern tropis, serta dengan penghijauan lebih dari 40% dari total keseluruhan.

Kawasan ini memiliki elevasi bebas banjir. APLN juga membangun sejumlah sarana hiburan yakni Water Park seluas 2,4 hektare dan Food Area seluas 2 hektare yang menyediakan berbagai macam kuliner bertaraf internasional.

Tag : agung podomoro, ruko
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top