Helix Homes Indonesia Targetkan Penjualan 30 Rumah per Bulan

Pengembang dan investasi property asal Amerika Serikat Helix Homes Indonesia LLC menargetkan mampu menjual setidaknya 30 rumah di Indonesia setiap bulannya, untuk mencapai target penjualan US$10 juta pada 2017.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 April 2017  |  02:00 WIB

JAKARTA – Pengembang dan investasi property asal Amerika Serikat Helix Homes Indonesia LLC menargetkan mampu menjual setidaknya 30 rumah di Indonesia setiap bulannya, untuk mencapai target penjualan US$10 juta pada 2017.

 

Hans Herwin, Chief Marketing Officer Asia Pacific Region Helix Homes America LLC, mengatakan perusahaan menargetkan mampu menyediakan 100 unit rumah sepanjang tahun ini. dengan target tersebut, pihaknya berharap dapat menjual setidaknya 30 rumah di Indonesia setiap bulannya.

 

“Hingga April 2017, kami sudah mendapat beberapa konsumen dari Solo, Palembang, dan Surabaya. Kami akan terus lakukan road show sehingga dapat menjaring lebih banyak konsumen,” katanya, Seni (17/4/2017).

 

Herwin menuturkan dengan edukasi yang terus dilakukan, pihaknya optimistis dapat menyaingi penjualan rumah di China dan Australia yang masing-masing mampu menjual 200 unit dan 100 unit rumah setiap bulan.

 

Helix Homes America LLC menjual rumah tapak di Chicago, Indianapolis, dan Detroit. Helix menjamin bahwa setiap hunian yang dijual sudah dianalisa profitnya, sudah direnovasi, dan sudah disewakan.

 

Menurutnya, Helix memberi jaminan sewa kepada investor sebesar 9,25% dari nilai investasi kapital tiap tahunnya. Investasi properti yang ditawarkan berupa kepemilikan seumur hidup, dengan kisaran harga mulai mulai dari US$65.000–US$150.000.

 

“Kalau dikonversikan, kira-kira dengan uang Rp600 juta hingga Rp800 juta, konsumen sudah dapat memiliki rumah dengan luas lahan mulai dari 300 meter persegi,” ujarnya.

 

Helix juga tidak hanya menawarkan harga rumah yang terjangkau dibandingkan dengan pengembang asing lainnya. Perusahaan menawarkan sebuah kepastian dalam berinvestasi properti bagi masyarakat Indonesia dengan menyertakan perusahaan asuransi sebagai penjamin.

 

Jaminan itu menjadi alternatif bagi investor, karena belum ada pengembang Indonesia yang memberikan jaminan langsung melalui perusahaan asuransi.

 

Sementara itu, Doff de Ross, Presiden Direktur Wilayah Asia Pasifik Helix Homes America LLC, menyebut Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik. Hal itu membuat Helix meyakini bahwa Indonesia merupakan pasar yang paling besar di kawasan Asia Pasifik.

 

Doff juga menyebut ada tren baru yang berkembang di generasi milenial Amerika Serikat saat memenuhi kebutuhan huniannya. Generasi milenial di Amerika Serikat lebih memilih menyewa daripada membeli rumah sendiri.

 

Helix juga mencatat hanya 63% masyarakat Amerika Serikat yang memiliki rumah, dan sisanya hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Masyarakat Amerika Serikat juga memiliki tradisi anak dengan usia 18 tahun dan masih tinggal bersama orang tua, adalah hal yang memalukan.

 

Ross juga mengatakan generasi millennial di Amerika Serikat sangat menyukai gaya hidup praktis, untuk kehidupan sehari-harinya. “Mereka tak suka menetap dalam satu wilayah saja, sehingga menjadikan peluang sewa yang tinggi untuk produk hunian,” ucapnya.

Tag : properti
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top