Asiana Group Siapkan Rp900 Miliar Untuk TBS Park

Asiana Group siapkan Rp900 miliar untuk membangun TBS Park sebagai kawasan terpadu di atas lahan seluas 2 hekatere. Proyek itu terdiri dari dua menara dengan tinggi 24 lantai di wilayah TB. Simatupang, Jakarta Selatan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 April 2017  |  02:02 WIB
Athena Tower Belmont Residence. - JIBI

JAKARTA – Asiana Group siapkan Rp900 miliar untuk membangun TBS Park sebagai kawasan terpadu di atas lahan seluas 2 hekatere. Proyek itu terdiri dari dua menara dengan tinggi 24 lantai di wilayah TB. Simatupang, Jakarta Selatan.

 

Loemongga Haoemasan, Presiden Direktur Asiana Group, mengatakan TBS Park akan menjadi proyek kawasan terpadu yang terdiri dari apartemen, perkantoran, dan ruang ritel. Proyek tersebut diperkirakan akan memakan Rp900 miliar, termasuk pembebasan lahan.

 

“Untuk kawasan ritel akan kami buat seperti Cilandak Town Square dengan tiga lantai. Saat ini sudah banyak tawaran prakomitmen dari calon tenan, sehingga okupansinya hampir 100%,” katanya, Senin (17/4).

 

Adapun ruang perkantoran di proyek tersebut akan didesain dengan konsep modern dan dinamis, karena menyasar profesional muda. Sebagian ruang perkantoran yang akan dibangun pun sudah dipesan untuk pengembangan co-working space.

 

Loemongga menuturkan ruang perkantoran masih cukup menjanjikan di Jakarta, karena banyak generasi milenial yang memiliki bisnis sendiri. Hal itu membuat pasar kelas menengah dan menengah ke atas terus bergerak dengan karakternya sendiri.

 

Menurutnya, segmen itu juga memiliki prefensi untuk tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerjanya. Generasi milenial cenderung tidak mau membuang waktunya di perjalanan, dan menginginkan gaya hidup praktis.

 

“Pangsa pasar itu sangat potensial, dan unit apartemen TBS Park akan dilepas dengan harga sekitar Rp35 juta per meter persegi, dengan luasan mulai dari 30 meter persegi,” ujarnya.

 

Loemongga menilai desain TBS Park yang sesuai dengan kebutuhan saat ini akan membuat proyek tersebut tetap diminati, meskipun sejumlah pengamat mendata kelebihan pasokan pada apartemen dan ruang perkantoran di Jakarta.

 

Karakteristik Jakarta Selatan yang banyak ditinggali oleh ekspatriat kelas menengah membuat permintaan ruang perkantoran dan hunian di kawasan tersebut akan tetap stabil. “TBS Park kalau disewa paling di bawah USD$1.000. Jadi sangat tepat untuk bujet ekspatriat level menengah perusahaan yang ingin tinggal di kawasan Simatupang,” ujarnya.  

 

Untuk tahap awal pengembangan TBS Park, perusahaan juga akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) seluas 1 hektare, dengan berbagai permainan tradisional dan arena skate park di dalamnya.

 

"RTH itu mendukung penuh target 30% RTH dari pemerintah darah di Jakarta Selatan. Untuk investasi RTH sendiri tidak kurang dari Rp10 miliar“ ucapnya.

 

Selain memulai pembangunan TBS Park, tahun ini perusahaan juga akan merencanakan pengembangan Twosenopati di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Proyek Twosenopati akan menggunakan firma desain global Woods Bagot yang terkenal dengan proyek gedung pencakar langit Taipei 101 di Taiwan, dan Grosvenor House Apartments di Inggris.

 

Twosenopati didesain dengan dua menara, masing-masing terdiri dari 114 unit dengan luas terkecil 80 meter persegi. Perusahaan akan menawarkan dengan harga mulai dari Rp55 juta per meter persegi, atau Rp4 miliar per unit.

 

Asiana Group mulai menjajaki sektor properti Indonesia pada 2005, dengan membangun Senopati Suites tower 1, Senopati Suites tower 2 dan tower 3. Apartemen tersebut didesain untuk mengakomodasi gaya hidup kalangan atas.

Tag : properti
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top