Jakarta Timur Kian Diminati

Pelaku usaha properti akan lebih gencar melakukan ekspansi pusat ritel ke kawasan Jakarta Timur, dengan pasokan mencapai 115.000 meter persegi dalam tiga tahun mendatang, lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan lain di Jakarta.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 April 2017  |  02:00 WIB
Pusat perbelanjaan - Antara

JAKARTA – Pelaku usaha properti akan lebih gencar melakukan ekspansi pusat ritel ke kawasan Jakarta Timur, dengan pasokan mencapai 115.000 meter persegi dalam tiga tahun mendatang, lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan lain di Jakarta.

 

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW), mengatakan pertumbuhan pusat ritel di koridor timur memberikan peluang pertumbuhan pasar yang lebih tinggi. Hal itu ditopang dengan rencana pembangunan infrastruktur, serta harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya.

 

“Terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok, juga arah pelebaran wilayah dari Kelapa Gading melewati Pulogadung dan Cakung, membuat arah perkembangan kawasan niaga Jakarta yang terus mengarah ke Cawang hingga jalur kereta ringan,” katanya, Senin (17/4).

 

Ali menuturkan saat ini harga tanah di wilayah Jakarta Timur masih cukup rendah, karena minimnya jaringan infrastruktur yang terbangun. Akan tetapi, dengan realisasi potensi pembangunan infrastruktur di koridor timur Jakarta, memberikan potensi kenaikan harga tanah di Jakarta Timur.

 

Head of Research Jones Lang Le Sale (JLL) James Taylor menilai kinerja ruang ritel di Jakarta akan terus membaik karena efek moratorium pemerintah provinsi, sehingga menekan pasokan dan membuat tingkat okupansi sehat. Taylor memprediksi dalam lima tahun ke depan okupansi bisa mencapai 90% pada tiap retail yang sudah terbangun.

 

Menurutnya, hingga kuartal pertama tahun ini tidak ada tambahan pasokan retail di Jakarta. Padahal, saat ini Jakarta memiliki 2,8 juta meter persegi pasokan ruang ritel dengan rerata yang masuk mencapai 138.000 meter persegi setiap tahun sejak 2012.

 

“Kami melihat pada 2018 tidak akan ada pasokan baru di Jakarta, sedangkan 2019 Pondok Indah Mall 3 rampung akan menjadi satu-satunya pasokan pada tahun tersebut,” katanya.

 

Sementara itu, Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia , mengatakan pertumbuhan pusat ritel di Jakarta Timur dimulai sejak tahun lalu, dengan beroperasinya Bassura City Mall dan Green Pramuka City Mall. Selain itu, ada juga Neo Soho Mall at Podomoro City di Jakarta Barat, dan Pantai Indah Kapuk Avenue di Jakarta Utara, yang beroperasi tahun lalu.

 

Keempat pusat ritel tersebut membuat pasokan di Jakarta tumbuh 2,7%, dengan total lahan mencapai 4,57 juta meter persegi, dan diperkirakan akan menjadi 5 juta meter persegi pada 2019.

 

“Konsumsi masyarakat terus tumbuh, sehingga mendongkrak permintaan properti di segmen ritel. Suku bunga yang semakin rendah juga biasanya akan meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.

 

Ferry menuturkan keempat pusat ritel yang beroperasi tahun lalu juga memiliki karakteristik yang sama, yakni dibangun di dalam kawasan terpadu. Hal itu akan membuat segmen ritel di industri property masih akan stabil sepanjang tahun ini.

 

Untuk tingkat keterisian, Ferry menyebut ada pertumbuhan setelah turun selama tiga kuartal terakhir, yakni di level 85,4%. Minimnya pasokan  pusat ritel, akan membuat okupansi segmen tersebut terus stabil di masa mendatang.

 

Ferry menambahkan untuk tahun ini, Colliers International memprediksi Jakarta hanya akan bertambah dua ritel baru dengan luasan 68.000 meter persegi. Keduanya hasil pengembangan PT Agung Podomoro Land Tbk., yaitu Shopping Mall@Pancoran seluas 8.000 meter persegi, dan New Harco Plaza di Glodok seluas 60.000 meter persegi.

 

Pasokan lebih rendah akan terjadi pada tahun depan, dengan hanya beroperasinya Aeon Mall Garden City di Cakung, Jakarta Timur, dengan lahan seluas 71.000 meter persegi. Kemudian pada 2019, akan beroperasi Mal Puri Indah 2, Shopping Mall at Podomoro Park Buaran, Pondok Indah Mall 2, Grand Metro Cipulir, dan Shopping Mall at South Gate Lenteng Agung.

 

Pada tahun tersebut, kawasan niaga Jakarta juga akan menerima dua pasokan baru yaitu Benhil Central Mall dan Benhil Central Trade Center, hasil kerjasama antara PT Wijaya Karya dan PD Pasar Jaya.

 

Adapun untuk kawasan di luar Jakarta pembangunan ritel juga semakin marak dengan pembukaan Q-Big di atas lahan 17,5 hektare milik Sinarmas Land, sehingga menjadikan pasokan kumulatif ruang ritel di luar Jakarta mencapai 2,47 juta m2 atau tumbuh 4% secara tahunan.

 

Tag : properti
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top