Rumah di Banten Makin Laris

Indonesia Property Watch merilis hasil riset terbaru dari proyek perumahan di Banten selama kuartal I/2017. Riset menunjukkan adanya tren kenaikan pasar perumahan di wilayah ini yang terus berlanjut dari kuartal sebelumnya.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 20 April 2017  |  09:32 WIB
Ilustrasi perumahan Bizzhome -

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia Property Watch merilis hasil riset terbaru dari proyek perumahan di Banten selama kuartal I/2017. Riset menunjukkan adanya tren kenaikan pasar perumahan di wilayah ini yang terus berlanjut dari kuartal sebelumnya.

 

Jumlah unit terjual mengalami kenaikan 5,7% meskipun nilai penjualan mengalami penurunan 5,9%. Fenomena ini menggambarkan pasar terus bergeser ke bawah yang terjadi sejak semester II/2016.

 

"Pasar segmen menengah bawah dengan harga jual di bawah Rp150 jutaan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan segmen rumah yang terjual, sebesar 47% unit penjualan berada di segmen harga ini," kata CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, Kamis (20/4/2017).

 

Sedangkan untuk rumah seharga Rp150 juta—Rp500 juta, lanjutnya, mewakili penjualan sebesar 33%. Untuk rumah seharga Rp501 juta—Rp2 miliar sebesar 19,3%. Selebihnya merupakan penjualan rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar.

 

Pertumbuhan pasar perumahan menengah bawah ini juga diwarnai dengan meningkatnya aktivitas pembangunan rumah yang naik hampir lima kali lipat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

 

Meskipun pasar masih didominasi oleh segmen menengah bawah, tetapi pergerakan di segmen menengah atas sudah mulai terjadi.

 

Berdasarkanpantauan IPW di lapangan, banyak pengembang yang sedikit demi sedikit menaikkan harga jualnya sebesar 3%--10% dalam kuartal I/2017 lalu, setelah hampir satu tahun belakang relatif tidak mengalami kenaikan harga.

 

Pasar perumahan segmen menengah-atas bukan kehilangan daya beli. Pasar hanya dalam posisi menunggu disamping banyaknya investor yang masih memegang barang dan belum memutar kembali investasinya. Apalagi bila dikaitkan dengan iklim politik yang relatif akan membuat pasar menunggu.

 

Namun, dengan selesainya amnesti pajak per Maret 2017, beberapa pembangunan infrastruktur yang terus digenjot, dan tren perekonomian nasional yang membaik, maka paling tidak di semester II/2017 agaknya pasar akan terlihat lebih nyata.

 

"Melihat pergerakan pasar perumahan saat ini, IPW semakin percaya bahwa titik balik pasar perumahan memang benar telah terjadi dan pasar mulai mengikuti tren positif ke depan," ujar Ali.

Tag : properti
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top