SMF Paparkan Keuntungan Investasi di EBA-SP

PT Sarana Multigiriya Finansial kembali menggelar Soasialisasi dan Edukasi Instrumen Efek Berangun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), kepada Pelaku Jasa Keuangan di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Ipak Ayu H Nurcaya | 21 April 2017 14:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multigiriya Finansial kembali menggelar Soasialisasi dan Edukasi Instrumen Efek Berangun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), kepada Pelaku Jasa Keuangan di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Plt Direktur PT Sarana Multigiriya Finansial, Trisnadi Yulrisman, mengatakan ketentuan mengenai investasi EBA-SP tercantum dalam peraturan investasi asuransi yang ada di POJK No. 71/POJK.04/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi, serta Peraturan Dana Pensiun diatur dalam POJK No. 3/POJK.05/2015 tentang Investasi Dana Pensiun.

Dirinya  menuturkan berinvestasi di EBA-SP memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan instrumen lain, karena termasuk instrumen yang dipersamakan dengan surat berharga negara (SBN) sesuai kriteria ketentuan POJK No. 36/2016 yang memiliki rating AAA.

“Semua EBA KPR yang telah diterbitkan mendapatkan rating idAAA dari Pefindo, yang mana rating tersebut mencerminkan kemampuan dan kemauan untuk membayar kewajiban tepat waktu sangat kuat,” katanya melalui siaran pers, Jumat (21/4/2017).

Portofolio KPR yang menjadi underlying dipilih dengan kriteria yang sangat ketat, agar dapat mencapai rating AAA. Tersedia dana rekening cadangan yang dapat digunakan untuk menutupi kewajiban pembayaran bunga kepada pemegang EBA-SP kelas A apabila terjadi kekurangan arus kas dari portofolio KPR yang menjadi underlying.

EBA kelas A dilindungi dari gagal bayar dengan adanya EBA kelas B. Regulasi mewajibkan EBA-SP menggunakan pendukung kredit yang berarti tambahan pokoknya bagi investor pemegang EBA kelas A. Sementara itu beberapa risiko yang tetap perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi di EBA-SP antara lain Risiko Kredit, Risiko Likuiditas, dan Risiko Pelunasan Dipercepat (PrePayment Risk).

Program satu juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak dengan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu penyediaan rumah maupun pembiayaan perumahan harus menjadi concern pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Masyarakat menengah ke bawah juga memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah yang tetap, sehingga memerlukan tenor pinjaman yang panjang. Dengan begitu akan didapatkan sumber dana jangka panjang dengan tingkat suku bunganya tetap,  dan berujung kepada angsuran yang tetap.

“Kami mempunyai tanggung jawab moral menjaga sekuritisasi di Indonesia, dalam hal ini sekuritisasi tagihan KPR bisa aman sampai lunas,” ujarnya.

Trisnadi berharap sosialisasi ini dapat mendukung pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan (PPSP), untuk mendukung program satu juta rumah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

Dia juga mengajak semua investor untuk dapat mengambil bagian dalam EBA-SP, yang menjadi salah satu sumber pembiayaan perumahan, untuk mendukung kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Dirinya juga mengimbau kepada investor untuk tidak melihat investasi EBA-SP dari limit Korporasi SMF, tetapi juga memperhatikan limit EBA-SP-nya. Pasalnya, EBA-SP merupakan suatu entitas yang memiliki NPWP sendiri, tidak seperti obligasi yang limitnya dapat dilihat dari SMF secara Korporasi.

Sementara itu, terkait kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, sejak 2005 telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Pernyalur KPR sampai dengan 31 Desember 2016 kumulatif mencapai Rp27,39 triliun, terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp20,238 triliun, dan sekuritisasi sebesar Rp7,155 triliun.

Dari seluruh dana yang dialirkan tersebut, telah membiayai sekitar 570.000 debitur KPR untuk 570 ribu rumah dari Aceh sampai Papua.

Untuk sekuritisasi, pada 2009—2016 SMF telah memfasilitasi 10 kali transaksi sekuritisasi. Adapun untuk kerjasama pembiayaan, SMF juga telah bekerjasama dengan bank umum, bank syariah, bank pembangunan daerah, dan perusahaan pembiayaan.

 

Tag : smf
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top