Pasokan Kantor di Jakarta Akan Optimalkan KLB

Masifnya pasokan unit perkantoran di Jakarta dari pengembang akan mengoptimalkan koefisien lantai bangunan atau KLB yang ada di daerah tersebut.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 April 2017  |  17:29 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa
Bisnis.com, JAKARTA—Masifnya pasokan unit perkantoran di Jakarta dari pengembang akan mengoptimalkan koefisien lantai bangunan atau KLB yang ada di daerah tersebut.
 
Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers, mengatakan perbaikan infrastruktur transportasi publik di Jakarta mendorong pasokan gedung dengan ketinggian 60 lantai. Dengan begitu, KLB d Jakarta akan semakin optimal.
 
“Kenaikan KLB harus didukung infrastruktur transportasi publik yang baik, karena optimalisasi KLB akan membuat populasi lebih padat. Infrastrukturnyayang baik diperlukan agar jalanan di Jakarta tidak semakin macet,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.
 
Ferry menuturkan pengerjaan mass rapid transit (MRT) di kawasan Soedirman dan M.H. Thamrin, telah mendorong peningkatan KLB di wilayah tersebut. Pengembang sengaja memaksimalkan KLB agar dapat menekan tingginya harga lahan di Jakarta.
 
Menurutnya, peningkatan KLB dapat membuat produk properti di Jakarta lebih menarik, karena harga lahan yang tidak terlalu memberatkan konsumen. Apalagi, selama ini tingginya harga lahan di Jakarta tidak diimbangi dengan peningkatan KLB.
 
Pengembang, lanjut Ferry, dapat memanfaatkan KLB dengan melakukan pembangunan secara bertahap. Lahan dari proyek kawasan terpadu dapat dibangun berdasarkan keperluan dan kelayakannya.
 
“Tidak harus dibangun sekaligus, tetapi secara bertahap sesuai dengan keuntungannya. Pengembang dapat membangun kawasan ritel terlebih dahulu, sebelum membangun apartemen dan perkantoran saat pasarnya mulai baik,” ujarnya.
 
Ferry juga menyebut pengembang tidak akan memikirkan kompensasi yang akan dikenakan terhadap pengajuan tambahan KLB. Pasalnya, pengembang akan melakukan perhitungan ekonomi sebelum memutuskan untuk membangun sebuah kawasan.
 
Colliers sendiri mencatat ada 11 bangunan di kawasan Soedirman dan M.H. Thamrin dengan luas lebih dari 70.000 m2 yang mengoptimalkan KLB.
Tag : gedung perkantoran
Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top