Apartemen Pengembang China Pertama Rampung 3 Tahun Lagi

China Communications Construction Group melalui anak usahanya PT China Harbour Jakarta Real Estate Development resmi memulai pembangunan Daan Mogot City atau Damoci di Jakarta Barat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 25 April 2017 03:24 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek apartemen di Jakarta, Senin (27/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — China Communications Construction Group melalui anak usahanya PT China Harbour Jakarta Real Estate Development resmi memulai pembangunan Daan Mogot City atau Damoci di Jakarta Barat.

Sebagai tahap pertama, perusahaan menargetkan penyelesaian delapan menara di atas lahan seluas 4 hektare.

Direktur Marketing PT China Harbour Jakarta Zhao Ran mengatakan Real Estate Development mengatakan  pihaknya akan menjanjikain penyelesaian dalam tiga tahun ke depan. Dengan garansi pembelian unit kembali oleh perusahaan jika terbukti tidak memenuhi target.

Dirinya menuturkan nantinya tiap menara akan dibangun dengan 300 unit. Sedangkan progres penjualan saat ini telah mencatatkan penjualan penuh untuk satu menara bernama Bluefinch.

“Adapun menara kedua Albatros telah terjual 90% dan menara ketiga Canary sudah 30%,” katanya melalui siaran pers, Senin (24/4).

Zhao Ran menuturkan ada tiga tipe yang akan ditawarkan pada calon konsumen yakni tipe studio ukuran 21,9 m2, tipe satu kamar tidur 32 m2 dan dua tempat tidur 45 m2 serta unit loft yang dilengkapi balkon.

Setiap unit dilepas dengan harga mulai dari Rp300 jutaan — Rp1,4 miliar.

Perusahaan pun telah menunjuk perusahaan Colliers International Indonesia sebagai pengelola gedung, Green Tower sebagai master lanscape, dan East China Architecture Design Institute sebagai perancang desain bangunan.

Sebelumnya, President Director PT China Harbour Indonesia Shen Chao mengatakan untuk keseluruhan proyek properti perdana di Indonesia perusahaan akan membenamkan investasi sebesar US$1 miliar dengan konsep kawasan terpadu.

Shen Cao menyebut kawasan terpadu hasil rancangan desainer lokal Indonesia tersebut akan menggabungkan kedua unsur budaya China dan Indonesia yang berkelas dunia.

Menurut Shen Cao seperti di China, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar atau nomor empat di dunia. Kebutuhan akan hunian menjadi persoalan utama yang tidak bisa dihindari apalagi untuk masyarakat di Jakarta dengan kondisi lahan semakin sedikit.

“Perusahaan konstruksi kami telah berada di Indonesia selama 20 tahun, rasanya kami sudah sangat mengenal kebutuhan masyarakat di sini. Akhir tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk kami meluncurkan proyek hunian pertama kami,” ujarnya.

Shen Cao mengungkap saat ini perusahaan memiliki cadangan lahan seluas 15 hektare yang tersebar di Jakarta. “Kami akan memberi harga yang terjangkau agar dapat dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan tempat tinggal di Jakarta. Kami rencanakan dalam 10 tahun nanti 30 menara akan terbangun di sana.”

CCCG sendiri merupakan hasil perkawinan dua perusahaan raksasa di China, yaitu China Harbour Engineering Company dan China Road and Bridge Corporation. Saat ini, keduanya memiliki 167 kantor cabang yang beroperasi di lebih dari 120 negara di dunia dan memiliki lebih dan 120.000 karyawan.

Tag : apartemen
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top