Lamudi: 2016 Tahun Perlambatan Properti

Portal properti Lamudi Indonesia menilai kinerja industri properti sepanjang 2016 lalu belum membaik.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 29 April 2017  |  09:30 WIB
Keluarga nelayan beraktivitas di kompleks perumahan nelayan, Tungkal Hilir, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Selasa (21/3). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA - Portal properti Lamudi Indonesia menilai kinerja industri properti sepanjang 2016 lalu belum membaik.

Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia mengatakan, sepanjang 2016 lalu perusahaan menilai sektor sewa perkantoran mengalami penurunan dari 93,7% menjadi 85,6%.

Tak hanya itu, permintaan akan apartemen pun mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada 2015.

"Tren harga rata-rata apartemen sepanjang 2016 hanya meningkat 4,6% sedangkan kenaikan harga rumah hanya sebesar 2,75%," katanya melalui siaran pers, Sabtu (29/4/2017).

Kenaikan tertinggi untuk harga rumah adalah terjadi pada rumah tipe kecil dengan dua kamar tidur yakni mencapai 3,76%. Polman menyebut kekurangan rumah masih menjadi prioritas utama bagi masyarakat. Pada 2017, penjualan apartemen akan didorong oleh selesainya program amnesti pajak.

Guna menggairahkan pasar properti Presiden Joko Widodo juga telah mengeluarkan beragam kebijakan baru.

Contohnya pelonggaran aturan kepemilikan properti oleh orang asing, pelonnggaran loan to value (LTV) yang saat ini menjadi 15%, serta menurunkan tarif bea perolehan atas hak tanah dan bangunan (BPHTB) yang tertuang dalam Paket Kebijakan XI yang diumumkan 29 Maret tahun lalu.

 

Tag : properti
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top