Investasi Rp400 Miliar, Satoria Garap Perkantoran di Surabaya Barat

Satoria Group menghadirkan gedung perkantoran setinggi 36 lantai dengan konsep baru berlokasi di Surabaya Barat, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan investasi Rp400 miliar.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 24 Mei 2017  |  20:49 WIB
Ilustrasi pameran properti - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Satoria Group menghadirkan gedung perkantoran setinggi 36 lantai dengan konsep baru berlokasi di Surabaya Barat, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan investasi Rp400 miliar.

"Konsep baru ini belum diadopsi perkantoran di Surabaya dengan menghadirkan fasilitas layaknya hotel berbintang bagi penghuni," kata Marketing Director Satoria, Ivi Santoso dalam siaran pers pada Rabu (24/5/2017).

Dia menjelaskan selain menyediakan unit semi-tingkat, juga terdapat fasilitas restoran, ballroom, longue, ruang rapat, pusat kebugaran, kolam renang, serta gedung parkir 10 lantai.

Fasilitas ini disediakan untuk memudahkan pemilik kantor sebagai contoh ballroom dapat dimanfaatkan untuk customer gathering, peluncuran produk, dan lain-lain sehingga tidak perlu menyewa jauh-jauh dari kantornya.

Ivi mengutarakan total luas ruang kantor yang dipasarkan secara stratatitle mencapai 55.000 m2 terdiri dari 104 unit loft dan 168 unit biasa dengan luasan 60 m2 sampai dengan 200 m2 dengan harga Rp20 juta per m2.

"Sejak soft launch akhir September 2016 telah berhasil menjual 70 persen dari total unit yang kami pasarkan," kata Ivi.

Dia menambahkan sebagai perkantoran, Satoria memiliki banyak keunggulan salah satunya lokasinya sangat strategis, banyak aktivitas di seputaran Jalan HR Muhammad mulai perumahan, mal, hotel, sekolah, serta perkantoran, serta ditunjang infrastruktur jalan tol menuju bandara dan pelabuhan laut.

Ivi juga mengungkapkan Satoria Tower juga dilengkapi fasilitas teknologi tinggi berbasis internet menggunakan jaringan fiber optik 10 G yang dapat digunakan untuk sistem penerangan,  pengaturan suhu, sampai pemadam kebakaran.

Satoria juga akan dilengkapi dengan voice internet protocol sehingga penghuni dapat menggunakan fasilitas telepon dengan cabang atau clientnya dengan fasilitas data.

Pembeli, kata ivi beragam mulai dari penyelenggara kursus, bank, notaris, dokter, dan lain sebagainya yang sebenarnya tidak membutuhkan lahan perkantoran yang terlalu luas.

Ivi mengatakan pembangunan Satora Tower sudah memasuki pekerjaan pemasangan tiang pancang ditargetkan pertengahan tahun 2017 rampung, serta dilanjutkan dengan pembangunan struktur di atasnya sampai rampung pada akhir 2019.

Satoria dibangun oleh Alim Satria—eks-pemilik saham Maspion Group—yang kemudian berkiprah di berbagai bidang bisnis properti seperti Hotel Premier Inn Yogyakarta, hotel dan resort di Pecatu Bali, apartemen dan komersial di Makassar, restoran di Legian Bali, serta dua pabrik.

Tag : properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top