Kawasan Alam Sutera Punya Potensi Baru

Bersaing dengan kawasan terpadu lain di wilayah Jabodetabek, Alam Sutera hingga kini terus berbenah diri dari pusat bisnis dan hunian terkemuka dan menambah status barunya sebagai pusat pendidikan bertaraf internasional.
Anitana Widya Puspa | 22 Agustus 2017 16:50 WIB
Palm Regency Alam Sutera - Ilustrasi/Bisnis

 JAKARTA-- Bersaing dengan kawasan terpadu lain di wilayah Jabodetabek, Alam Sutera hingga kini terus berbenah diri dari pusat bisnis dan hunian terkemuka dan menambah status barunya sebagai pusat pendidikan bertaraf internasional.

 Hal ini tak lepas dari telah berdirinya sekolah dan kampus bertaraf internasional di kawasan penyangga ini.Sebut saja diantaranya Universitas Bina Nusantara yang memiliki sekitar 16 ribu mahasiswa, Binus-ASO School of Engineering yang bekerjasama dengan Jepang, Swiss-German University, dan Universitas Bunda Mulia yang siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2017 ini.

 Mayo R. Azhari, GM Sales & Marketing PT Indopasifik Indahtama mengatakan dengan status baru sebagai area pendidikan bertaraf internasional, rupanya cukup memberi pengaruh terhadap sektor properti Alam Sutera. Ini lantaran ceruk pasar yang baru menyebabkan harga sewa apartemen di kawasan tersebut meningkat signifikan.

 “Pangsa sewa dari apartemen studio saja bisa mendatangkan profit sekitar Rp40-Rp50 juta per tahun. Penyewanya rata-rata merupakan kalangan eksekutif muda hingga mahasiswa. Bagi investor, apartemen di Alam Sutera layak dibidik karena punya ceruk pasar yang besar seperti dari tiga kampus besar yang akan memberi keuntungan dengan harga sewa tinggi,” katanya Selasa (22/8).

Pihaknya pun mencoba menawarkan apartemen yang berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektar yang terdiri dari 3 menara (tower), dengan mengusung konsep Urban Lifestyle Living. Harganya sendiri dipasarkan mulai Rp500 juta – Rp2 miliar. 

Berdasarkan data Rumah.com Property Index, apartemen dengan rentang harga Rp600 juta – Rp2 miliar di wilayah Tangerang Selatan sejak kuartal I 2017 (Q1) terpantau konsisten mengalami peningkatan walau persentasenya tidak bisa dikatakan mumpuni. 

“Pada Q1 2017, median harga apartemen di Tangsel berada pada posisi harga Rp20,26 juta per meter persegi, lalu terkoreksi menjadi Rp20,93 juta pada Q2 atau naik 3,29%. Namun pada pertengahan Q3, median harganya hanya mampu naik 0,06% menjadi Rp20,94 juta per m2,” kata Country Manager Rumah.com, Wasudewan. 

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, mengungkapkan bahwa Alam Sutera memang memiliki keunikan yang menjadi nilai jual bagi industri properti. 

“Sebab tanpa perlu ongkos tambahan, dari tempat tinggal Anda bisa berjalan kaki menuju pusat pendidikan maupun bisnis. Di samping itu, permintaan terhadap lokasi hunian yang dekat dengan fasilitas seperti ini makin tinggi. Jadi, tak heran jika harga hunian di kawasan Alam Sutera pun terus meningkat,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, kondisi tersebut bisa dijadikan peluang emas untuk melakukan investasi properti terutama apartemen. “Kalangan eksekutif muda dan mahasiswa menjadi target yang sangat potensial. Namun tantangannya, pengembang harus mampu menyediakan hunian apartemen yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup anak muda yang dinamis,” ujarnya.

 

Tag : alam sutera
Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top