IPW : Tahun Ini Rising Momentum Bagi Properti

Pada semester II/2017, konsultan meyakini bisnis properti akan bertumbuh lebih baik dibanding semester pertama tahun 2017.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 September 2017  |  12:08 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan apartemen, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (5/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com,JAKARTA - - Pada semester II/2017, konsultan meyakini bisnis properti akan bertumbuh lebih baik dibanding semester pertama tahun 2017.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan berdasarkan data IPW, unit properti yang terjual pada triwulan I/2017 tumbuh 5,7% lebih baik dibandingkan triwulan I tahun lalu yang melambat 24%. Hal ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun lalu.

“Kenaikan terbesar terjadi di segmen menengah yang diperkirakan akan tetap menjadi primadona di sepanjang tahun 2017. Pasar properti nasional yang sehat dan solid dengan keseimbangan antara semua segmen masyarakat. Ini merupakan the rising momentum bagi industri properti," katanya, dikutip Minggu (17/9/2017).

Hal ini tidak terlepas dari membaiknya indikator perekonomian yang terus mendukung pertumbuhan bisnis properti.

Di samping itu, komitmen tegas yang ditunjukkan pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah ketertinggalan ketersediaan hunian (backlog) sebesar 11,4 juta dengan mempercepat program sejuta rumah. Ini merupakan angin segar bagi kebangkitan bisnis properti ke depan.

Ali menegaskan, adanya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia, pemangkasan perizinan, pemotongan PPh final, suku bunga KPR yang cenderung menurun, amnesti pajak, dan disertai pembangunan infrastruktur yang masif menjadikan potensi besar bagi bisnis properti di tanah air untuk menorehkan kinerja positif.

IPW Optimis Tahun Ini Sebagai Rising Momentum Bagi Properti

Bisnis.com,JAKARTA - - Pada semester II/2017, konsultan meyakini bisnis properti akan bertumbuh lebih baik dibanding semester pertama tahun 2017.

Direktur Eksekutif IPW (Indonesia Property Watch), Ali Tranghanda mengatakan berdasarkan data IPW, unit properti yang terjual pada triwulan I/2017 tumbuh 5,7% lebih baik dibandingkan triwulan I tahun lalu yang melambat 24%. Hal ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun lalu.

“Kenaikan terbesar terjadi di segmen menengah yang diperkirakan akan tetap menjadi primadona di sepanjang tahun 2017. Pasar properti nasional yang sehat dan solid dengan keseimbangan antara semua segmen masyarakat. Ini merupakan the rising momentum bagi industri properti," katanya dikutip Minggu (17/9).

Hal ini tidak terlepas dari membaiknya indikator perekonomian yang terus mendukung pertumbuhan bisnis properti.

Di samping itu, komitmen tegas dari yang ditunjukkan pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah ketertinggalan ketersediaan hunian (backlog) sebesar 11,4 juta dengan mempercepat program sejuta rumah. Ini merupakan angin segar bagi kebangkitan bisnis properti ke depan.

Ali menegaskan, adanya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia, pemangkasan perizinan, pemotongan PPh final, suku bunga KPR yang cenderung menurun, amnesti pajak, dan disertai pembangunan infrastruktur yang masif menjadikan potensi besar bagi bisnis properti di tanah air untuk menorehkan kinerja positif.

Tag : bisnis properti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top