AKR Corporindo Genjot Penjualan Lahan JIIPE

PT AKR Corporindo Tbk. memproyeksikan untuk menjual 40 hektare lahan di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) yanjg berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Novita Sari Simamora | 20 September 2017 20:35 WIB
Pembangunan pelabuhan di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. - JIIPE.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk. memproyeksikan untuk menjual 40 hektare lahan di Java Integrated Industrial & Port Estate (JIIPE) yanjg berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Suresh Vembu, Direktur & Corporate Secretary AKR Corporindo, mengungkapkan nilai investasi yang dikeluarkan oleh perseroan di JIIPE sudah mencapai Rp4,5 triliun. Dia mengungkapkan pihaknya juga tengah melengkapi fasilitas di kawasan industri tersebut.

Emiten bersandi saham AKRA ini telah melengkapi JIIPE dengan listrik 23MW. Meskipun pembangunan kawasan industri tersebut belum rampung, AKRA telah berhasil membukukan pendapatan dari proyek tersebut.

"Semoga pembangunan tahap satu bisa selesai 2-3 tahun. Kontribusi ke pendapatan sudah Rp430 miliar," ungkapnya Selasa (19/9/2017) malam.

Dia mengemukakan pembangunan JIIPE tahap I memerlukan dana senilai US$2 miliar. Untuk aktivitas di kawasan industri tersebut, pelabuhan JIIPE sudah mulai ramai dengan aktivitas bisnis dan hingga akhir tahun ini bisa menampun 1,5 juta metrik ton kargo.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia sempat tertarik untuk membeli lahan di Jawa Timur untuk pembangunan smelter. Namun, rencana Freeport sejak tahun lalu untuk membeli lahan di JIIPE masih belum direalisasikan.

Suresh menuturkan pihaknya masih menanti kabar dari perusahaan tambang emas tersebut. Dia mengharapkan agar Freeport bisa melakukan investasi di kawasan industri JIIPE.

Sebagaimana diketahui, kawasan industri JIIPE dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, anak usaha patungan AKR dengan PT Pelabuhan Indonesia III.

Luas area kawasan industri di JIIPE mencapai 1.761 hektare. Selain kawasan industri, JIIPE juga mencakup kawasan pelabuhan seluas 406,10 hektare dan kawasan perumahan seluas 765,77 hektare.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, AKRA membukukan pendapatan senilai US$9,22 triliun, tumbuh 25% dari posisi Rp7,37 triliun. Adapun pertumbuhan pendapatan AKRA didorong oleh peningkatan sektor bahan bakar minyak hingga 27% menjadi Rp6,16 triliun.

Dia menyebutkan AKRA juga mengalokaskan belanja modal senilai US$30 juta-US$40 juta pada tahun ini. Penggunaan belanja modal pada tahun ini, akan dilakukan untuk investasi di beberapa terminal dan pembangunan pompa bensin.

Tag : kawasan industri
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top