Generasi Milenial Dominasi Pencarian Rumah Lewat Portal. Incar 5 Hal Ini

Portal properti Indonesia mencatat lalu lintas kunjungan pencarian mulai didominasi generasi millennial. Ada sejumlah tipe dan karakteristik unit yang diincar para masyarakat muda tersebut.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 24 September 2017  |  14:35 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Portal properti Indonesia mencatat lalu lintas kunjungan pencarian mulai didominasi generasi millennial. Ada sejumlah tipe dan karakteristik unit yang diincar para masyarakat muda tersebut.

Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman mengatakan berdasarkan data portal properti global Lamudi sepanjang 2016 lalu, mayoritas pengunjung Lamudi didominasi generasi millennilal yang lahir dari rentang 1980 –1998an.

Rinciannya, sebanyak 41,97% didominasi usia 25 tahun – 24 tahun, 21,90% oleh kelompok usia 18 tahun – 24 tahun, sisanya usia 25 ke atas.

"Pencarian oleh millennial terus meningkat dan berhasil mendominasi tahun lalu hal ini mulai mengindikasikan kesadaran generasi ini untuk mulai memiliki rumah di samping kebutuhan gaya hidupnya," katanya, Minggu (24/9/2017).

Polman menuturkan dari data tersebut, Lamudi pun mencatat sejumlah karakteristik hunian yang kerap menjadi incaran para millennial. Alhasil, ada lima poin yang disimpulkan.

Pertama, tipe kecil dengan rerata ukuran 27 sampai dengan ukuran 36.

Kedua, millennial cenderung memilih hunian yang sudah dilengkapi perkakas yang memiliki banyak fungsi.

Ketiga, akses internet dengan kualitas yang baik. Hal ini bukan menjadi isu baru bagi millennial yang mayoritas gaya hidupnya tidak bisa lepas dari teknologi, sehingga rumah dengan fasilitas internet atau kawasan yang memiliki jaringan stabil akan menjadi pilihan utama.

Keempat, aksesibilitas hunian yang baik sebab umumnya generasi ini tidak mempersoalkan kawasan kota atau pinggiran. Kelompok dengan tingkat produktivitas tinggi ini akan selalu mengutamakan koneksi transportasi umum yang baik.

Kelima, memiliki rentang harga Rp300 sampai Rp500 jutaan. Keputusan memilih rumah dengan harga tersebut dinilai akibat millennial dikenal sebagai kelompok generasi yang belum jauh menjajaki jenjang karir sehingga sesuai dengan pendapatannya.

“Dari laporan rutin portal kami, lalu lintas masyarakat untuk melihat listing rumah tapak di Tangerang dan Bekasi selalu di atas. Hunian dengan kisaran harga Rp100 juta – Rp500 juta yang paling banyak dikunjungi,” ujarnya.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung pun sepakat generasi ini tengah menjadi pasar yang dibidik banyak pengembang. Perusahaan pun menilai salah satu efek dari besarnya transaksi oleh generasi yang membeli rumah pertama ini terjadi peningkatan pengajuan kredit pemilikan rumah atau KPR.

Tren pengajuan pada Semester I/2017 lalu tercatat naik sebesar 64,95% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pengajuan KPR meningkat dengan tren yang didominasi usia 30 tahu sampai dengan 39 tahun.

Sekitar 46,86% pengajuan KPR berada di rentang usia tersebut, dengan 16,47% di antaranya adalah mereka yang berpenghasilan Rp5 juta - Rp9 juta per bulannya.

Dengan rata-rata penghasilan tersebut, plafon kredit yang paling banyak disasar maksimal sebesar Rp250 juta. Posisi berikutnya masih ditempati nasabah di rentang usia yang sama, tetapi memiliki penghasilan antara Rp10-19 juta.

Untuk golongan ini, plafon kredit yang menjadi incaran adalah Rp250- Rp500 juta. Menariknya, ada tren mereka yang berpenghasilan besar melakukan investasi di properti kelas menengah.

"Setidaknya 5,72% konsumen yang berpenghasil di atas Rp50 juta per bulan, juga mengajukan kredit dengan plafon hanya maksimal Rp250 juta. Ini meruapaka anomali pada kelompok penghasilan Rp50 juta ke atas,” ujar Untung.

Selain pengajuan KPR, identifikasi adanya peningkatan transaksi properti juga terlihat dari listing jual. Rata-rata pertumbuhan listing jual per bulan, untuk properti sewa dan jual, sejak semester II/2016 hingga semester II/2017 sebesar 7,4%. Khusus untuk properti jual, rata-rata pertumbuhan per bulan di periode yang sama adalah sekitar 6,6%.

Dari pertumbuhan di atas, rumah tapak masih menjadi pilihan utama, Setidaknya 82,01% dari listing jual adalah rumah tapak. Apartemen menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 7,4%. Sisanya ditempati ruko, tanah, dan komersil lainnya.

Listing jual di Tangerang mencapai 82,82%, dan di Jakarta Selatan sebanyak 18,18%. Permintaan ini ternyata masih mampu diimbangi pasokan, yakni ada 77,49% listing di area Tangerang, dan 22,51% di kawasan Jakarta Selatan.

Data situs anak usaha REA Group Australia ini juga memperlihatkan pencarian di Bintaro, Kelapa Gading, dan BSD menjadikan tiga area ini sebagai kawasan favorit. Adapun untuk kawasan luar Jabodetabek, Antapani Bandung, Citraland Surabaya, dan Dago Bandung masih unggul.

Tag : properti, generasi milenial
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top