Tutup Atap Apartemen Gardenia, Takke Group Rencanakan Unit Eksklusif

Takke Group resmi melakukan prosesi tutup atap proyek Apartemen Gardenia seluas 1,3 hektare di Bogor, Jawa Barat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 29 September 2017 00:03 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, BOGOR - Takke Group resmi melakukan prosesi tutup atap proyek Apartemen Gardenia seluas 1,3 hektare di Bogor, Jawa Barat.

Direktur Takke Group Barlim Wisnu Aji mengatakan proyek yang menelan nilai investasi Rp600 miliar dengan 70% pendanaan dibiayai oleh perbankan ini terdiri dari dua menara Bougenvile 1.074 unit dan Raflesia 465 unit.

Sejak dipasarkan pada 2014 lalu hingga saat ini penjualan masih berada pada kisaran 700 unit. Hal ini dikarenakan Raflesia belum dibuka.

"Usai tutup atap ini kami mulai rancang lagi Raflesia sebagai hunian yang eksklusif karena berada di lokasi yang indah," katanya, Kamis (28/9/2017).

Menurut Barlim pada 2014 perusahaan melepas dengan harga Rp9 juta per m2, dan saat ini kenaikan sudah mencapai Rp15 juta per m2.

Adapun untuk unit eksklusif belum bisa ditentukan harganya tetapi dipastikan tidak akan lebih dari Rp20 juta per m2.

"Kami memang melihat peluang untuk hunian yang eksklusif di sini mengingat permintaan hunian berasal dari semua segmen," ujar Barlim.

Direktur Marketing Takke Group, Bobby Nasution yang saat ini dikenal sebagai calon menantu Persiden Joko Widodo menambahkan pembangunan apartemen pertama di sekitar pusat Bogor bagi perusahaan merupakan misi memaksimalkan penggunaan lahan. 

Sebab, jika perusahaan hanya berfokus pada rumah tapak unit yang dihasilkan akan lebih sedikit dan tidak dapat mengurangi banyak defisit hunian.

Dirinya menuturkan sekitar 70% pembeli Gardenia Bogor merupakan masyarakat yang berdomisili di Bogor dan hampir seluruhnya merupakan penghuni pertama.

"Sebagai daya tarik, kami mengembangkan fasilitas parkir yang sangat luas di proyek ini yakni 24.571 m2. Ini sangat jarang disediakan oleh apartemen kelas menengah," katanya.

Takke Group merupakan perusahaan yang didirikan oleh Laurent M. Takke yang sudah 20 tahun berpengalaman di dunia properti.

Saat ini perusahaan sudah membangun sekitar 8.000 rumah tapak yang tersebar di sejumlah lokasi di Jabodetabek dengan nilai proyek keseluruhan mencapai Rp2 triliun.

Adapun, Bobby Nasution sejak 2016 lalu dipercaya sebagai salah satu direksi dengan kepemilikan saham 20%.

Tag : apartemen
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top