Properti sekunder Bergerak Tipis

Riset yang dilakukan Indonesia Property Watch terhadap pergerakan pasar sekunder di DKI Jakarta, memperlihatkan pada Kuartal III/2017 mulai mengalami pergerakan meskipun masih tipis dibandingkan perlambatan yang terjadi pada kuartal II/2017.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 September 2017  |  07:56 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan gedung bertingkat di kawasan Daan Mogot, Tangerang, Kamis (3/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA-- Riset yang dilakukan Indonesia Property Watch terhadap pergerakan pasar sekunder di DKI Jakarta, memperlihatkan pada Kuartal III/2017 mulai mengalami pergerakan meskipun masih tipis dibandingkan perlambatan yang terjadi pada kuartal II/2017.

Ceo Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan perlambatan di triwulan sebelumnya lebih dikarenakan faktor musiman hari raya Idul Fitri yang juga bertepatan dengan liburan sekolah sehingga secara umum aktivitas pasar sekunder tidak terlalu tinggi.

“Memasuki kuartal III/2017 seiring dengan mulai bergairahnya sebagian pasar properti primer disertai dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan potensi penurunan suku bunga KPR, hal ini pun relatif mendorong pasar rumah sekunder,”katanya dikutip dari riset tertulis Jumat (29/9).

Pertumbuhan harga rumah di tipe besar mengalami pertumbuhan sebesar 0,61% (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya, dibandingkan dengan segmen menengah sebesar 0,57% (qtq) dan segmen kecil 0,49% (qtq). Meskipun masih tipis hal ini diperkirakan dapat menjadi sinyal positif pasar sekunder yang selama setahun lalu mengalami stagnasi harga bahkan terkoreksi.

Kenaikan rumah sekunder di Jakarta Pusat mencapai pertumbuhan tertinggi 0,75% dibandingkan wilayah lainnya. Diikuti oleh wilayah Jakarta Barat sebesar 0,69%, Jakarta Selatan 0,51%, dan Jakarta Timur 0,37%. Namun demikian untuk wilayah Jakarta Utara relatif mengalami perlambatan dari 0,49% menjadi 0,45% di Q3-2017.

Wilayah Jakarta Timur

Secara umum pergerakan harga rumah sekunder di wilayah Jakarta Timur melanjutkan tren positif berdasarkan harga rumah sebesar 0,37% dan harga tanah sebesar 0,92%. Meskipun demikian di segmen kecil harga rumah dan tanah di wilayah ini relatif mengalami perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Selain itu perbaikan infrastruktur dan beberapa pembangunan jalan layang maupun tol di koridor timur Jakarta sampai Bekasi diperkirakan masih memberikan dampak terhadap kenaikan harga. Rencana perlintasan jalur Light Rail Transit (LRT) di sekitar wilayah tersebut juga memberikan dampak psikologis terhadap kenaikan harga yang terjadi, meskipun diperkirakan pasar masih belum terlihat agresif. Pertumbuhan di wilayah Cakung, Pulogadung masih mendominasi pergerakan harga di wilayah Jakarta Timur.

Wilayah Jakarta Utara

Meskipun pertumbuhan harga rumah secara rata-rata lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dari 0,49% menjadi 0,45%, namun harga tanah mengalami peningkatan dari 0,54% menjadi 0,96%. Pergerakan harga pasar sekunder di wilayah-wilayah perumahan elit seperti Kelapa Gading telah memberikan sinyal pergerakan yang positif, diperlihatkan dengan mulai bergeraknya harga tanah di wilayah ini. Sementara itu wilayah Sunter dan Pantai Indah Kapuk meskipun mengalami pertumbuhan namun relatif masih sangat landai. Koreksi di beberapa titik masih terjadi khususnya di tipe menengah yang diperkirakan sebagai bentuk pencarian keseimbangan harga pasar baru di wilayah-wilayah tersebut.

Wilayah Jakarta Pusat

Pertumbuhan harga di wilayah Jakarta Pusat merupakan pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Pertumbuhan harga rumah naik cukup tinggi dari 0,44% menjadi 0,75% di Q3-2017. Kenaikan juga terjadi di harga tanah yang naik dari 0,91% menjadi 1,42%. Kenaikan tinggi terjadi di beberapa titik di daerah Menteng dan sekitarnya.

Wilayah Jakarta Barat

Pertumbuhan harga rumah sekunder di wilayah Jakarta Barat relatif mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Jakarta Pusat. Aktivitas pembangunan dan gairah pasar diperkirakan mulai dirasakan di wilayah jakarta Pusat khususnya di sekitar Puri Indah yang mendongrak harga rumah dan tanah di segmen besar. Kenaikan di segmen ini merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan dengan segmen lainnya dibandingkan triwulan sebelumnya.

Selain Puri Indah, wilayah Cengkareng dan Duri Kosambi memberikan dampak peningkatan harga tanah. Sedangkan wilayah Kalideres relatif sedikit mengalami perlambatan setelah triwulan sebelumnya membukukan peningkatan.

Wilayah Jakarta Selatan

Pertumbuhan harga pasar sekunder di wilayah Jakarta Selatan juga menunjukkan pertumbuhan positif lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kenaikan lonjakan tertinggi terjadi di segmen menengah. Meskipun demikian relatif masih lebih rendah dibandingkan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Pertumbuhan terlihat di Cawang dan sekitarnya dan sebagian Cilandak sampai Lebak Bulus, namun belum sepenuhnya memberikan pola yang stabil. Pergerakan cukup tinggi terjadi di wilayah Tebet. Sedangkan beberapa titik di wilayah Pondok Indah dan Kebayoran Baru sekitarnya relatif masih belum terjadi pergerakan yang berarti.

Tag : properti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top