Pengembang Ini Dikunjungi Jokowi, lalu Memborong Penghargaan

Pengembang yang fokus membangun hunian terjangkau PT Sri Pertiwi Sejati atau SPS Group berhasil memboyong dua penghargaan dalam ajang Indonesia Property & Bank Award XII (IPBA XII 2017) yang diselenggarakan majalah Property&Bank belum lama ini.
Ipak Ayu H Nurcaya | 13 November 2017 14:39 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang yang fokus membangun hunian terjangkau PT Sri Pertiwi Sejati atau SPS Group berhasil memboyong dua penghargaan dalam ajang Indonesia Property & Bank Award XII (IPBA XII 2017) yang diselenggarakan majalah Property&Bank belum lama ini.

Direktur Utama PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Asmat Amin meraih predikat ‘The Most Favourite Leadership 2017’ dan General Manager PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Tuti Mugiastuti diganjar sebagai ‘Pemasar Inovatif 2017’ .

Tahun ini perusahaan Asmat cukup menjadi sorotan karena pada awal tahun proyeknya Villa Kencana Cikarang langsung diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dari situlah Villa Kencana menjadi buah bibir masyarakat yang mengidam idamkan rumah rumah subsidi. “Kehadiran Jokowi meresmikan proyek kami sangat berpengaruh terhadap penjualan unit di SPS Group terutama Villa Kencana Cikarang,” kata Asmat, Senin (13/11/2017).

Alhasil, pada 2017 ini, Villa Kencana berhasil membukukan penjualan sebanyak 15.000 unit, di mana 12.000 unit sudah diserahterimakan, sisanya yang 3.000 unit secepatnya akan diserahterimakan.

Asmat berharap di tahun-tahun berikutnya, proyek SPS Group selalu diminati masyarakat, bahkan menjadi hunian idaman yang ditunggu masyarakat.

“Kepuasan masyarakat memberikan nilai ibadah kepada kami. Sesuai dengan moto saya yaitu memadukan antara Bisnis & Ibadah,” kata Asmat.

Sejak awal berdiri SPS Group 2005, Asmat sepertinya sudah menancapkan niatnya membangun perumahan sederhana. Setelah proyek SPS Group pertama selesai yaitu Kota Serang Baru di Cikarang, kemudian disusul dengan proyek-proyek hunian lainnya di Cikarang. Semuanya menyasar ke MBR bagi pekerja di Cikarang.

Alasan menyasar membangun rumah bersubsidi, menurut Asmat, karena SPS Group memiliki landbank yang besar. Segmen pasar di Cikarang yang besar masih perumahan bersubsidi. Apalagi, sebagai kawasan industri, Cikarang dipenuhi ribuan pekerja pabrik yang daya belinya terbatas hanya untuk rumah bersubsidi.

Akses menuju lokasi dan kelengkapan fasilitas untuk menunjang kebutuhan sehari-hari biasanya menjadi problem untuk penghuni apabila di perumahan baru tersebut jauh dari berbagai pusat area komersial.

“Banyak perumahan terjangkau ditawarkan di Cikarang, namun hanya sedikit yang menawarkan kenyamanan serta kelengkapan fasilitas di dalam kawasan perumahan tersebut,” ujar Asmat.

Sementara itu, Tuti menambahkan dalam memasarkan rumah subsidi ditengah persaingan yang sangat ketat serta kondisi ekonomi saat ini tidaklah mudah. Diperlukan strategi jitu agar produk properti yang ditawarkan dapat terserap dengan cepat. Selain jeli membidik target pasar, target perusahaan juga merupakan tujuan yang harus dicapai.

Tuti menambahkan dalam memasarkan hunian tapak ini, memiliki strategi khusus dalam menjual properti dengan cepat. Ketika awal launching, diikuti dengan acara talkshow pengenalan produk dan juga memaparkan tentang proyek-proyek apa saja yang pernah dibangun. Dilanjutkan dengan upaya team marketing untuk melakukan canvasing dan direct selling.

Jika hal tersebut dilakukan, sudah pasti audience atau masyarakat yang justru dibuat ‘penasaran’. “Hasilnya kita mampu memasarkan dengan jumlah banyak dalam waktu dekat,” ujar Tuti.

Tag : properti
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top