Metland Diversifikasi Proyek

PT Metropolitan Tbk menghadapi tahun depan dengan memasang target penjualan secara moderat di samping strategi lain yang akan memancing konsumen.
Anitana Widya Puspa | 16 November 2017 21:20 WIB
Metropolitan Land - grandmetropolitan.co.id

Bisnis.com,JAKARTA-- PT Metropolitan Land Tbk. menghadapi tahun depan dengan memasang target penjualan secara moderat di samping strategi lain yang akan memancing konsumen.

Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo mengatakan akan mulai banyak melakukan diversifikasi proyek dan segmen yang dituju. Mulai dari proyek bersegmen middle hingga high end supaya bisa lebih kompetitif. Selain tentunya meluncurkan proyek-proyek lanjutan dari proyek eksisiting.

Jika dulunya MTLA paling banyak dikenal dengan hunian bersegmen menengah dan bawah seperti Metland Cibitung dan Cileungsi, secara bertahap perusahaan meluncurkan proyek kelas atas seperti di Bali serta di Metland Cyber City yang harganya di kisaran Rp4 miliar—Rp8 miliar. Juga diiringi dengan mulai memperbanyak kerja sama dengan perusahaan asing yang memberikan nilai tambah proyek.

“Dalam kondisi ekonomi yang tak menentu, salah satu segmen bisa saja tergerus terjadi penurunan permintaan di beberapa segmen tertentu. Namun, dengan adanya diversifikasi proyek penurunan ini akan mampu ditutupi dengan kenaikan di beberapa segmen yang lain,” katanya dikutip Kamis (16/11)

Dia mengharapkan tahun depan target penjualan masih bertumbuh tidak berbeda jauh tahun ini di kisaran 10%. Pertumbuhan perusahaan tahun depan akan ditopang penjualan kavling tanah kepada sejumlah investor yang sedang melakukan penjajakan dibandingkan dengan rumah tapak.

“Tahun depan tetap berharap ada slight growth dari tahun ini. Itu wajar karena kita harus lihat kondisi. Sudah disampaikan kondisi tahun depan namanya pemilu, kalau target terlalu tinggi, itu namanya kita memaksakan,” imbuhnya.

Dalam delapan proyek residensial yang dikembangkan sampai November ini, MTLA menjual kavling tanah dengan luasan bervariasi mulai ribuan hingga puluhan ribu meter persegi. Olivia mengungkapkan banyak investor yang berniaat membeli untuk dikembangkan sebagai fasilitas komersial seperti rumah makan dan sebagainya.

Pengembagan fasilitas komersial oleh investor itu nantinya juga bisa mendongkrak penjualan residensial yang dikembangkan perusahaan.

Adapun per Oktober 2017, MTLA telah mengantongi marketing sales sebesar Rp1,02 triliun dari target akhir tahun senilai Rp1,5 triliun. Dia optimistis pada kuartal akhir akan menjadi waktu yang tepat bagi pengembang dalam merealisasikan target penjualan. Dalam mencapai target akhir tahun ini, selain proyek hunian, villa dan hotel baru jelang akhir tahun,perusahaan juga masih memproses sejumlah kesepkatan dan perizinan penjualan kavling.

Tag : metland
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top