Indosurya Optimistis Proyek Perkantoran di Gading Serpong Terserap Maksimal

Indosurya Land melalui proyek ruang perkantoran perdana Indosurya Tower seluas 1.500 m2 di Gading Serpong optimistis akan mengantongi komitmen sewa tenan hingga 70% saat beroperasi pada kuartal III/2018.
Ipak Ayu H Nurcaya | 08 Desember 2017 19:03 WIB
Siluet gedung perkantoran dan apartemen saat matahari terbenam, di Jakarta, Rabu (29/3). - REUTERS/Darren Whiteside

JAKARTA — Indosurya Land melalui proyek ruang perkantoran pe­rdana Indosurya Tower seluas 1.500 m2 di Gading Serpong optimistis akan mengantongi komitmen sewa tenan hingga 70% saat beroperasi pada kuartal III/2018.

Direktur Pemasaran Indosurya Land Fransiska Hendri mengatakan pihaknya baru saja melakukan tutup atap properti perdananya Indosurya Tower sekaligus merilis ruang sewa. Dia mengklaim hingga saat ini sudah sekitar 30% mendapatkan komitmen dari calon penyewa.

Ruang perkantoran Indosurya ini didesain untuk menarik pebisnis yang berhubungan dengan dunia digital maupun rintisan yang membutuhkan ruang singgah untuk berkantor.

"Kami memang berkomitmen akan selalu membangun terlebih dahulu sebelum melepas pada konsumen. Apalagi untuk proyek perdana ini, kami optimistis mengingat Gading Serpong sudah banyak dikelilingi perusahaan baik lokal maupun asing," katanya, Jumat (8/12/2017).

Fransiska menyebut Indosurya Tower merupakan kantor berkelas premium yang akan mematok biaya sewa Rp130.000 per m2 per bulan dengan biaya servis Rp60.000 per m2 per bulan. Menurutnya, besaran biaya tersebut diambil dari hasil rerata lima gedung perkantoran berkelas serupa yang diriset oleh internal perusahaan.

Tak hanya itu, gedung perkantoran setinggi 19 lantai ini juga akan mengalokasikan satu lantai khusus untuk co-working space yang akan dikelola oleh salah satu pemain asing. Indosurya juga akan menyediakan ruang khusus untuk pertemuan, mengingat permintaan yang tinggi di Gading Serpong.

Sisi lain, kata Fransiska, perusahaan menilai kawasan Gading Serpong saat ini memiliki pasar yang paling aktif dibanding kawasan lainnya. Harga lahan untuk perumahan saja sudah mencapai Rp20 juta per m2 dan tentu lebih tinggi untuk komersial sekitar Rp25 juta per m2.

"Akses infrastruktur di sini juga semakin baik, tak jarang banyak perusahaan berniat pindah dari Jakarta ke sini dari pemain asing sudah ada Unilever, Apple, Google, dan lainnya, kalau pemain lokal ada Gramedia, bahkan Hero juga memilih berkantor di Bintaro yang notabene Tangerang Selatan," ujarnya.

Fransiska menilai salah satu akses dan infrastruktur yang menarik para pengusaha yakni rencana jalan tol Serpong - Kunciran - Bandar Udara, kereta api Bandara, MRT Jakarta - Serpong, dan lainnya.

Meski demikian, Frasiska mengaku perusahaan akan tetap selektif dalam memilih tenan yang bisa menyewa dan berkantor di Indosurya. Perusahaan akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan tenan yang diperlukan dalam menunjang kinerja di Indosurya Tower.

Sebagian lini induk usaha pun diperkirakan akan menempati sebagian ruang di sana.

Dirinya menambahkan ekspansi Indosurya di bidang properti akan lebih gencar dalam tahun-tahun mendatang. Saat ini perusahaan sudah memiliki cukup lahan yang bisa dikembangkan beragam properti.

Sebelumnya, sejak berdiri pada 2006 Indosurya Land hanya aktif mencari properti siap pakai yang dibeli dari pemilik gedung. Sejumlah portofolio milik perusahaan antara lain Kuningan City di Jakarta, Graha Indosurya Bandung, Graha Indosurya Surabaya, Graha Indosurya Medan, dan lainnya.

"Kemarin kan memang trennya akuisisi proyek yang sudah jadi baik dari pengembang besar atau kecil. Jadi saat ini kami sudah optimis pengembangan sendiri untuk menyongsong kestabilan industri yang diperkirakan akan terjadi usai tahun pemilu," katanya.

 

 

Tag : properti, perkantoran
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top