2018, Industri Properti Diprediksi Tumbuh 8%

Pengamat menilai industri properti pada 2018 diprediksikan masih akan tumbuh secara positi sebesar delapan persen dibanding tahun 2017. Saat ini properti yang nilainya di bawah Rp1 miliar lebih diminati oleh pasar Indonesia khususnya segmen milenial.
Anitana Widya Puspa | 09 Desember 2017 21:33 WIB
perumahan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai industri properti pada 2018 diprediksi masih akan tumbuh secara positi sebesar 8% dibanding tahun 2017. Saat ini properti yang nilainya di bawah Rp1 miliar lebih diminati oleh pasar Indonesia khususnya segmen milenial.

Pengamat properti yang juga pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit mengatakan orientasi pengembang tahun ini mengarah kepada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial. Apalagi segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga sepuluh tahun mendatang.

“Daya beli kelompok milenial didukung oleh orang tua mereka yang sudah mapan secara ekonomi. Kemampuan mereka sendiri dalam membeli properti hanya berkisar antara Rp500 juta—Rp1 miliar. Namun jumlah penduduk dari segmentasi ini akan terus bertambah secara signifikan karena adanya bonus demografi sehingga berpengaruh terhadap industri ini,”katanya Sabtu (9/12/2017).

Panangian menegaskan bahwa pasar milenial adalah pasar potensial  yang akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 2030. Bank-bank pemberi kredit perumahan pun saat ini telah membuka diri agar bisa diakses oleh generasi ini.

“Salah satu bank pemerintah telah serius menggarap kredit perumahan untuk segmen pasar ini,” imbuhnya.

Sementara itu Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menilai kebijakan-kebijakan pemerintah berdampak positif pada optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Pasar properti nasional di tahun 2018 diperkirakan akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk sepanjang semester pertama 2017.

Di sisi suplai, perlambatan pasar properti pada pertengahan 2018 sebagai dampak Hari Raya Idulfitri serta Pilkada Serentak 2018 mungkin terjadi, begitu juga menjelang Pemilu Legislatif & Pemilihan Presiden 2019.

Rumah.com Property Price Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 3-5% (y-o-y) pada akhir 2018, sementara Rumah.com Property Supply Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20% (y-o-y) pada akhir 2018.

Sementara di sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan harga di bawah Rp700 Juta

 

Tag : properti
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top