Megapolitan Bidik Rp181 Miliar dari Proyek Vivo Residence

PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) meluncurkan proyek properti Vivo Residence di kawasan Vivo Sentul.
Anitana Widya Puspa | 10 Desember 2017 11:55 WIB
PT Megapolitan Developments Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) meluncurkan proyek properti Vivo Residence di kawasan Vivo Sentul.

Direktur EMDE Ronald Wiharja menuturkan dalam penjualan tahap pertam pihaknya membidik pendapatan senilai Rp55 miliar. Selanjutnya pada penjualan tahap 2 dipatok target Rp126 miliar.

Dia mengungkapkan dalam menggugah minat masyarakat, pengembang perlu mengemas cara bayar yang menarik.

Pada VIVO Residence di Vivo Sentul Bogor investor dapat memindahkan aset senilai Rp380 juta untuk memiliki aset properti senilai Rp1,9 miliar.

"Selain itu dengan skema cuti bayar selama 2 tahun sampai dengan 2019, maka nilai properti yang terus naik (dengan asumsi capital gain minimal 10% pertahun, atau Rp380 juta selama 2 tahun)," katanya Minggu (10/12/2017).

Vivo Residence merupakan hunian berkonsep smart home yang terletak dan terintegrasi dengan shopping mall di dalam kawasan megablok Vivo Sentul.

Vivo Residence berada dekat pintu tol Sirkuit Sentul Jagorawi dan juga rencana lokasi stasiun LRT Kedunghalang Bogor, jurusan Cibubur- Bogor.

Vivo Sentul juga dapat diakses melalui jalan Raya Bogor yang menghubungkan dua kota yaitu Jakarta dan Kota Bogor.

Vivo Residence didesain dengan konsep modern minimalis, memiliki lansekap alami yang teduh dan asri, dipadu berbagai fasilitas modern untuk membantu gaya hidup dan keluarga.

Di wilayah Jabodetabek produk properti merupakan salah satu pilihan terfavorit investor dalam memilih investasi. Salah satunya, nilai investasi properti di Kota Bogor mengalami kenaikan sebesar 26,5%. Kenaikan ini didukung oleh banyak sektor properti.

Hasil survey situs urban indo, sektor apartemen mengalami kenaikan sebesar 7% yang kemudian disusul oleh kenaikan harga tanah sebesar 15%. Kenaikan terbesar terjadi pada sektor rumah yaitu mencapai 36%.

Salah satu faktor yang membuat harga rumah semakin meningkat adalah adanya sarana transportasi publik yang baik. Akses menuju Bogor pun sangat mudah karena didukung jalan tol, akses jalur kereta api dan segera hadirnya jalur LRT Bogor – Jakarta.

Melihat keadaan tersebut, ini bisa di jadikan sebagai sinyal time to buy (golden Time) untuk melakukan pembelian properti di Bogor.

Hal ini pula yang dilakukan oleh PT Megapolitan Developments Tbk melalui bisnis unitnya.

Tag : properti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top