2018, Sentul Bidik Pertumbuhan Prapenjualan Rp1,5 Triliun

PT Sentul City Tbk. menargetkan pertumbuhan prapenjualan hingga 25% pada tahun depan. Artinya dari target Rp1,2 triliun hingga akhir tahun ini diharapkan meningkat hingga Rp1,5 triliun pada 2018.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 10 Desember 2017  |  13:47 WIB
Sentl City - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sentul City Tbk. menargetkan pertumbuhan prapenjualan hingga 25% pada tahun depan. Artinya dari target Rp1,2 triliun hingga akhir tahun ini diharapkan meningkat hingga Rp1,5 triliun pada 2018.

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. (BKSL) Keith Steven Muljadi mengatakan perusahaan optimistis bisa mencatatkan kinerja lebih baik pada 2018 meskipun tantangan bisnis properti masih besar. Pasalnya, hingga Oktober lalu prapenjualan perusahaan sudah mencapai Rp903,2 miliar.

Perusahaan juga akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp700 miliar, lebih tinggi dari tahun ini sebesar Rp600 miliar.

"Kami memasang target pendapatan dan laba cukup tinggi karena kami akan ada transaksi sangat besar yang sudah mundur sejak lama, kami proyeksikan didapat pada penutup tahun ini atau awal tahun depan," katanya melalui siaran pers, Minggu (10/12/2017).

Steven menyebutkan tahun depan perusahaan akan fokus mengembangkan proyek Central Busines District (CBD) Sentul City yang dibangun di atas lahan seluas 7,8 hektare.

Lahan ini akan dikembangkan menjadi Aeon Mall, empat menara apartemen, satu menara perkatoran dan satu Hotel.

Pembangunan Aeon Mall saat ini sedang berlangsung dengan progress 40% dan ditargetkan selesai pada 2018. Untuk apartemen sudah dipasarkan satu menara bernama Saffron dengan penjualan sudah 60%.

Sementara tiga menara lagi akan digarap PT Sentul Summit Development yang merupakan usaha patungan dengan Sumitomo Corporation, pengembang asa Jepang.

Dari proyek tersebut perusahaan menargetkan pe­ndapatan penjualan sebesar Rp2 triliun dengan lahan yang akan digunakan seluas 500.000 m2.

"Proyek Sentul Sumit akan merangkum sebanyak 1.100 unit yang dipasarkan mulai tahun depan dan pembangunan akan dilakukan serentak dengan properti di CBD lainnya yakni kantor kelas A dan Hotel bintang empat," ujar Steven.

Dengan pengembangan CBD, porsi gedung tinggi terhadap penjualan BKSL pun terus meningkat. Tahun ini bangunan tinggi menyumbang konstribusi 35% terhadap prapenjualan atau meningkat dari posisi 20% pada 2016 dan ditargetkan menjadi 60% pada tahun depan.

Selain fokus dalam pengembangan CBD, BKSL juga akan mengembangkan proyek rumah tapak. Tahun depan, perusahaan akan merilis 4 klaster baru yang dibangun di lahan 20 hektare. Total unit yang akan dipasarkan sekitar 361 unit dengan harga mulai Rp1 miliar-Rp3 miliar.

Direktur BKSL Syukurman Larosa menambahkan saat ini perusahaan juga tengah melakukan serah terima kunci untuk 2.000 unit rumah tapak hingga kuartal II/2018.

"Rumah tapak kami masih bangun sendiri tetapi tidak menutup kemungkinan tahun depan akan ada kerjasama dengan mitra," katanya.

Tag : properti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top