Milenial Beli Properti Kerek Pertumbuhan Industri Kreatif

Meningkatnya jumlah milenial dalam membeli properti turut mempengaruhi pertumbuhan industri kreatif subsektor arsitektur dan interior.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 10 Desember 2017  |  15:24 WIB
Ilustrasi - velospaceandco.com

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya jumlah milenial dalam membeli properti turut mempengaruhi pertumbuhan industri kreatif subsektor arsitektur dan interior. Salah satu pemain industri kreatif lokal di subsektor ini adalah Velospace & Co yang memiliki portofolio mulai dari hunian rumah, apartemen, ritel, perkantoran, hingga pergudangan.

Menurut Verik Angerik, pendiri Velospace, keterbatasan lahan untuk rumah di bawah Rp1 miliar tidak membuat segmen ini mengabaikan nilai-nilai estetika dalam unsur arsitekturnya.

“Misalnya pemilihan warna dinding, sangat berpengaruh terhadap estetika ruangan dengan luasan terbatas karena dapat mempengaruhi psikologis penghuninya. Selain itu efisiensi ruangan juga menjadi fokus yang diperhatikan saat menata produk-produk hunian berukuran terbatas,” katanya melalui siaran pers, Minggu (10/12/2017).

Menurut Verik, pasar milenial lebih melihat pada ide dan keunikan sebuah desain properti, meski soal harga bergantung dari daya beli masing-masing.

Saat ini, rumah di bawah Rp1 miliar cenderung memiliki luas terbatas sehingga seolah-olah tidak bisa dikreasikan dengan konsep interior yang menarik.

Verik menambahkan, kebutuhan akan jasa arsitek dan desain interior juga meningkat seiring dengan bertumbuhnya permintaan residensial high-end, perkantoran, perhotelan, hingga ritel atau ruang usaha.

“Tidak saja karena kebutuhan mllenial, secara umum, permintaan produk turunan properti lainnya juga mempengauhi pertumbuhan permintaan jasa industri kreatif seperti arsitektur dan interior. Ini yang kami rasakan sejak dua tahun terakhir," ujarnya

Meski pemain subsektor ini cukup banyak yang merupakan pemain asing, ungkap Verik, namun secara kualitas, arsitek dan desainer lokal tidak kalah dengan penyedia jasa dari luar.

“Kita memiliki daya saing yang cukup tinggi. Soal kreatifitas, Indonesia punya banyak talent-talent di industri kreatif. Dan tahun 2018 ini bisa menjadi momentum untuk kita para pemain sub sektor ini untuk semakin solid."

Tag : generasi milenial
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top