Didukung MRT, Properti Ciputat Makin Dilirik

Potensi Ciputat sebagai salah satu kawasan strategis di sekitar Jakarta Selatan membuat makin banyak orang melirik lokasi ini untuk mencari rumah baru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  03:11 WIB
Ilustrasi pameran properti. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi Ciputat sebagai salah satu kawasan strategis di sekitar Jakarta Selatan membuat makin banyak orang melirik lokasi ini untuk mencari rumah baru. Belum lagi nantinya Ciputat didukung proyek MRT (mass rapid transit) yang akan mendongkrak pamornya.

Ike Hamdan Head of Marketing Rumah.com mengatakan minat masyarakat dan investor berburu rumah baru  nampaknya cukup rasional. Dengan pasokan lahan yang cukup banyak, harga tanahnya relatif terjangkau di angka Rp3,5 juta – Rp5 juta per meter persegi.

Harga ini tentu jauh lebih terjangkau dibanding kawasan tetangganya yang elit, seperti Bintaro Jaya dan BSD yang tercatat sudah mencapai Rp8 juta – Rp10 juta per meter persegi.

Rumah.com property index menunjukkan median harga rumah di Tangerang Selatan mencakup Ciputat dengan rentang harga di bawah Rp1,5 miliar pada kuartal kedua (Q4) 2017 sebesar Rp10.440.000 per meter persegi.

“Median harga ini lebih tinggi dibanding Rp10.140.000/m2 pada kuartal Q4 2016 (year-on-year). Bahkan dibanding tiga kuartal sebelumnya berturut-turut sejak Q1 sampai Q3 2017, harga masih lebih tinggi 0,21% atau stagnan di angka Rp10.420.000/m2,” katanya pada Selasa (13/12/2017).

Di samping tren harga yang positif, alasan masyarakat mengincar Ciputat di antaranya karena lingkungannya yang masih hijau, strategis menuju pusat bisnis di CBD Simatupang, serta lengkap dengan beberapa fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, harga rumah yang ditawarkan juga relatif lebih rendah dari wilayah sekitarnya termasuk Jakarta sehingga bisa dijangkau oleh keluarga baru yang tengah membangun kemapanan.

Menurut Alfian, staf marketing Trevista Ciputat mengatakan perusahaan menawarkan rumah tipe dua kamar dengan luas bangunan 72m2 seharga Rp847 jutaan.

“Harga ini sudah naik secara kontinu, di mana dua tahun lalu tipe yang sama dijual Rp105 juta lebih murah. Per Januari dan Februari tahun ini harga konsisten naik Rp10 juta, lalu naik kembali Rp15 juta per mei, dan sejak Juni hingga November tiap bulannya harga terkoreksi Rp5 juta,” katanya dari keterangan resminya.

Saat ini dari 198 unit yang dihadirkan sudah terjual 156 unit. Jadi sisa 42 unit rumah lagi di sini. Pembelinya sendiri kebanyakan berasal dari orang sekitar atau yang bekerja di Jakarta Selatan,” imbuhnya.

Kondisi tak jauh beda juga dialami PT Arya Lingga Manik lewat Panorama Bintaro Klaster yang memasarkan unit termurah Rp1 miliar-an.

Dalam rentang waktu satu tahun sejak rilis sudah terjadi kenaikan harga beberapa kali mulai dari harga Rp900 juta yang ditawarkan pada 2015 sampai dengan Rp1,1 miliar pada Februari 2016.

Kesempatan berinvestasi juga terbuka untuk konsumen yang berencana menyewakan kembali unit perumahan yang dibeli. Rata-rata rumah baru di Panorama Bintaro memiliki harga sewa sekitar Rp25 juta sampai dengan Rp 35 juta per tahun jika dilengkapi perabot penuh.

Tag : properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top