Penjualan Perumahan dan Apartemen Masih Cukup Baik

Kendati pasar masih lesu, sejumlah pengembang perumahan dan apartemen masih membukukan penjualan (marketing sales) yang cukup baik.
Anitana Widya Puspa | 15 Desember 2017 18:20 WIB
Pameran properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -- Kendati pasar masih lesu, sejumlah pengembang perumahan dan apartemen masih membukukan penjualan (marketing sales) yang cukup baik.

Dalam penghargaan Housing Estate Awards 2017 yang diselenggarakan Kamis (14/12) beberapa proyek di luar kota baru Meikarta seluas 500 ha di Cikarang, Bekasi-Jawa Barat, cukup mengesankan meskipun realisasinya masih harus ditunggu.

Manajemen Housing Estate menyebutkan misalnya, proyek multifungsi 57 Promenade (Jakarta) dan Trans Park Cibubur (Cimanggis, Kota Depok-Jawa Barat), perumahan CitraLand Cibubur (Cileungsi, Bogor-Jawa Barat) dan Lavon di Suvarna Sutera (Pasar Kemis, Tangerang-Banten).

Pengembang 57 Promenade (3,2 ha) misalnya, langsung terpesan 94% saat melepas 302 unit apartemen tahap pertama di dua menara akhir Agustus dengan nilai marketing sales Rp1,6 triliun, dari semula pengembang hanya menargetkan Rp520 miliar. Harga apartemennya Rp2,3 miliar – Rp9 miliar per unit (tipe 1–3 kamar tidur 41–182 m2) atau sekitar Rp50 juta per meter persegi (m2). Tidak sampai satu bulan setelah itu, semua unitnya akhir terpesan 100%  dengan nilai penjualan Rp1,8 triliun.

“Proyek PT Intiland Development Tbk itu akan berisi dua menara apartemen premium (24 dan 49 lantai), masing-masing satu tower apartemen servis, menara perkantoran jual, menara perkantoran sewa, dan fasilitas ritel,”kata manajemen melalui keterangan resminya yang dikutip Jumat (15/12/2017).

Begitu pula Trans Park Cibubur (4,1 ha), tower pertama apartemennya sebanyak 896 unit langsung habis saat launching akhir Desember 2016. Karena itu, 20 Januari dipasarkan tower kedua yang langsung terpesan 200 unit. Tipe apartemennya studio 22,7 m2, 2 kamar tidur (KT) 43,7 m2 dan 3 KT 71 m2. Sampai Oktober yang terpesan di menara kedua sudah 800 unit lebih. Jadi, sampai Oktober total hampir 1.700 unit yang laku. Harganya pun sudah meloncat. Kalau Desember 2017 tipe studio dilego Rp287 juta/unit tunai, Januari sudah Rp460 juta!

Proyek dari CT Corp ini akan berisi apartemen Trans Residence (3 tower/37 lantai/2.900 unit), Trans Mall seluas 100 ribu m2, Trans Studio Theme Park, dan Trans Hotel. Hal serupa terjadi pada CitraLand Cibubur (220 ha). Saat launching Mei 2017 langsung terjual 320 unit di dua klaster. Tipe rumahnya 34/60 satu lantai sampai 139/200 dua lantai seharga Rp429 juta – Rp1,6 miliar/unit. Karena kesuksesan itu, September dilansir klaster baru Livistona (250 unit) berisi rumah-rumah kecil satu lantai saja (tipe 34/60 dan 36/72). Dari pemasaran tahap pertama 120 unit, terpesan 60 unit saat launching. Jadi, dalam 3,5 bulan perumahan baru dari Ciputra Group itu bisa menjual 380 rumah dengan nilai penjualan sekitar Rp200 miliar.

Sementara Lavon (60 ha) dari Swan City bisa melepas hampir 1.500 rumah di empat klaster dalam empat bulan sejak dirilis resmi September: Allura, Gracia, Echanta, Lavisa. Allura (479 unit) dan Gracia (390 unit) yang menawarkan tipe 79/66 dan 93/77 dua lantai sudah habis. Sedangkan Echanta (412 unit) sudah laku 90% dan Lavisa (348 unit) 50%. Harganya mulai dari Rp900 juta/unit. Awal 2018 Swan City berencana melansir klaster kelima Grandura berisi tipe 93/77 dan 112/96 yang di dua klaster sebelumnya sudah habis.

Tag : pengembang
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top