Ini Sebabnya Generasi Milenial Sulit Punya Rumah Pribadi

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan masalah generasi milenial sulit untuk memiliki rumah pribadi, karena adanya karakter yang lebih menekankan gaya hidup.
JIBI | 20 Desember 2017 14:42 WIB
Generasi milenial di China. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan masalah generasi milenial sulit untuk memiliki rumah pribadi, karena adanya karakter yang lebih menekankan gaya hidup.

"Ada kemungkinan, meski sudah menekankan prioritas memiliki hunian, hal itu tak menjadi pilihan bagi generasi milenial," kata Isa di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Adanya perubahan gaya hidup, kata Isa, menyebabkan keinginan generasi milenial untuk memiliki hunian juga berkurang.

"Fokus untuk edukasi generasi milenial boleh saja, tapi pertimbangkan aktivitas yang membuat mereka memprioritaskan untuk memiliki hunian," ujarnya.

Isa mencontohkan, ketika generasi milenial menekankan gaya hidup dan pengalaman yang baru, keinginan untuk traveling pun meningkat.

"Bisa saja mereka ingin pengalaman tinggal di tengah kota lain, namun ingin mendapatkan harga yang terjangkau, karena itu tidak harus memaksakan mereka untuk membeli."

Lebih lanjut, Isa berujar, pada zaman ini generasi milenial tak terbatas pada referensi untuk tinggal pada satu tempat untuk waktu yang cukup lama.

"Ada yang berpikir belum mau menetap dalam waktu yang lama, sehingga memiliki rumah bukan selalu menjadi selera mereka."

Isa menekankan bahwa isu pada generasi milenial bukan sekedar membuat harga rumah itu menjadi terjangkau, tapi juga harus menghadirkan hunian yang memiliki pengalaman tersendiri. Karena itu, Isa mengatakan sarana pendukung perlu diperhatikan, seperti transportasi, dan pengembangan wilayah untuk kemudian bisa memenuhi kebutuhan hunian.

"Bukan sekedar rumah."

Selain itu, kata Isa, pemerintah juga tak terus-menerus menekankan pada kebutuhan untuk membeli rumah.

"Kalau kami terus membuat orang untuk membeli rumah, berarti demand untuk rumah yang dimiliki akan tinggi terus."

Lebih dari itu, menurut Isa, yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mengedukasi generasi milenial agar tertib membayar sewa.

"Kemudian memberikan lebih banyak experience tentang lokasi tersrbut, dengan begitu, harga yang terus melambung bisa terkendali."

Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung berpendapat hal yang berbeda. Menurut dia, peralihan gaya hidup pada generasi milenial harusnya bisa ditekan agar mereka bisa memiliki rumah pribadi.

"Kenaikan harga pesawat untuk jalan-jalan tak sebanding dengan kenaikan harga akibat menunda untuk membeli hunian," katanya.

 

 

Sumber : Tempo

Tag : properti
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top