REI Harap Tahun Depan Penyaluran FLPP Lebih Cepat

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 22 Desember 2017 21:15 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR mempercepat pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Operasional dengan 40 bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018.

Langkah tersebut diharapkan mendorong pengembang untuk lebih cepat melakukan pembangunan, sehingga pencapaian Program Sejuta Rumah tahun depan diprediksi lebih besar.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan PKO yang dipercepat pada akhir tahun ini adalah tonggak sejarah, karena biasanya dilakukan pada awal tahun.

REI menganggap ini satu terobosan luar biasa yang dilakukan pemerintah dalam mempercepat program sejuta rumah.

"Apalagi PKO kali ini menggandeng lebih banyak bank nasional dan bank daerah, sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan dan realisasi akan bertambah," katanya melalui siaran pers, Jumat (22/12/2017).

Eman, sapaan akrab Soelaeman, menambahkan selama ini PKO dengan bank pelaksana dilakukan setelah bulan Januari setiap tahunnya.

Akibatnya perbankan baru dapat menyalurkan subsidi KPR FLPP dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) setelahnya.

Kondisi tersebut, ungkap Eman, membuat pengembang harus puasa akad kredit 2-4 bulan setelah PKO ditandatangani.

Namun, dengan ditandatanganinya PKO di akhir 2017, perbankan setelah Februari 2018 diharapkan sudah dapat menggulirkan dana FLPP dan SSB sehingga produktivitas pasokan juga bertambah.

Sehingga dari sisi pengembang PKO yang dilaksanakan lebih awal ini menjadi semangat untuk terus membangun karena ada satu kepastian.

Bagi masyarakat akan lebih banyak bank yang menjadi pilihan untuk memperoleh KPR bersubsidi.

REI tahun ini meyakini target pembangunan 200 ribu unit yang dicanangkan sejak awal tahun bakal terlampaui.

Jelang penutupan tahun 2017, asosiasi tertua dan terbesar di Indonesia tersebut menyebutkan realisasi pembangunan sudah melewati 200 ribu unit.

“Angka persisnya kami akan publish nanti di Januari ya, karena sekarang pendataan dan laporan dari daerah-daerah masih berlangsung. Kami kejar terus sehingga awal tahun depan sudah diperoleh angka pastinya, termasuk target di 2018," ujar Eman.

Terkait target pembangunan pada tahun depan, REI optimistis akan meningkat karena dengan PKO lebih awal maka target setiap daerah juga dipastikan bakal bertambah.

Dari sisi jumlah bank penyalur, tahun depan lebih banyak. Jika pada 2017 hanya 33 bank penyalur, maka nanti menjadi 40 bank penyalur. Pemerintah memastikan anggaran subsidi sudah bisa cair pada awal tahun depan, sehingga pemerintah juga memprediksi realisasi sejuta rumah 2018 akan meningkat.

Adapun dana FLPP yang akan disalurkan pada 2018 mencapai Rp4,5 triliun, terdiri dari Rp2,2 triliun anggaran Kementerian PUPR serta Rp2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok.

Tag : properti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top