PUPR Resmikan Dua Rusunawa di Jawa Timur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya di Banyuwangi dan Kediri, Jawa Timur meresmikan dua Rusunawa bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 Januari 2018 22:59 WIB
Ilustrasi: Rusunawa Daan Mogot, Jakarta. - Antara/Vitalis Yogi Trisna

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya di Banyuwangi dan Kediri, Jawa Timur meresmikan dua Rusunawa bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengingatkan agar para penghuni menyesuaikan diri, sebab tinggal di hunian vertikal berbeda dengan rumah tapak. Salah satu kuncinya, kata Basuki, ialah sikap toleransi.

"Tinggal di rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman," kata Menteri Basuki melalui siaran pers, Minggu (7/1/2018).

Rusunawa yang diresmikan adalah Rusunawa Dandangan di Kota Kediri pada 29 Desember 2017. Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan dihadiri Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan Rusunawa tersebut dilakukan dalam dua tahap. Adapun tahap pertama rampung pada 2011 sebanyak 2 twin blok dan sudah dihuni warga. Kemudian dilanjutkan tahap kedua yang jumlahnya 3 twin blok dengan kapasitas 954 unit diperuntukan bagi MBR Kota Kediri di antaranya dari Kelurahan Dandangan, Ngadirejo, Balowerti dan Semampir.

Kelima twin blok tersebut sudah dihibahkan oleh Kementerian PUPR kepada Pemda Kota Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang telah membangun rusunawa ini.

"Kondisinya bagus jadi menurut saya tempat ini lebih baik disebut dengan Apartemen Rakyat,” kata Abdullah.

Rusunawa ini telah dilengkapi listrik, air bersih dan taman yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai tempat bercengkrama dan bersosialisasi, juga terdapat masjid, dan sarana pendidikan.

Sementara itu, rusunawa kedua yaitu Rusunawa Klatak Kalipuro, di Kabupaten Banyuwangi diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 28 Desember 2017.

Rusunawa Klatak terdiri dari 2 tower dengan tipe 24 berkapasitas sebanyak 198 unit. Rusunawa ini memiliki unit yang khusus diperuntukan bagi para penyandang disabilitas dan orang lanjut usia.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida mengatakan Rusunawa telah dilengkapi listrik, air bersih, lahan parkir, aula warga, dan pagar keliling.

"Dengan telah dihuninya Rusunawa, para penghuni dan warga sekitar dapat merawat dan memanfaatkannya dengan baik secara berkelanjutan," kata Rina Farida.

Selain sebagai hunian, rusunawa diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, keagamaan dan kesehatan masyarakat.

Rusunawa dibangun dengan menggunakan anggaran Kementerian PUPR senilai Rp23 miliar, sedangkan lahan disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi seluas 1 hektar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan rusunawa tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemkab Banyuwangi bertugas menyiapkan lahan, sedangkan pemerintah pusat melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR membangun rusunawa ini.

"Saya lihat kualitas rusunawa cukup bagus rapi dan dilihat dari luar juga menarik. Pemda memberikan tempat dan lokasi yang strategis," kata Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Tag : rusunawa
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top