Ini Harga Ruko di Taruma City, Karawang

PT Agung Podomoro Land Tbk. tengah mengembangkan Taruma City di lahan 5,60 hektare di Karawang, Jawa Barat. Taruma City akan berisi 243 unit rumah toko , beberapa unit rumah tapak, dan menara apartemen.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  07:42 WIB
Perumahan di Grand Taruma Karawang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Agung Podomoro Land Tbk. tengah mengembangkan Taruma City di lahan 5,60 hektare di Karawang, Jawa Barat.

Taruma City akan berisi 243 unit rumah toko (ruko) yang dijual Rp1,99—Rp10 miliar per unit, beberapa unit rumah tapak, dan menara apartemen.

General Manager Taruma City Rina Irawan mengatakan bahwa Taruma City dibangun berdekatan dengan Grand Taruma Karawang, proyek Agung Podomoro terdahulu yang berupa perumahan. Taruma City menempati lahan 5,60 hektare.

“Tingginya animo masyarakat dan kebutuhan akan hunian, membuat Taruma City menjadi proyek yang akan melengkapi Grand Taruma Karawang yang sudah lebih dulu dikembangkan,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (18/2/2018).

Rina mengatakan bahwa minimnya kawasan yang tersedia di pusat Kota Karawang dan juga semakin banyaknya permintaan menyebabkan harga tanah terus melonjak.

Rata-rata dalam setahun, tuturnya, harga bangunan di Kota Karawang meningkat hingga 25%. Untuk harga tanah di pusat kota diperkirakan saat ini berkisar Rp15 juta—Rp20 jutaan per meter persegi.

"Kami memang membidik kelas menengah atas karena potensi dari para ekspatriat dan pekerja Jepang yang bekerja di kawasan industri Karawang," ujarnya.

Rian menjelaskan bahwa berdasarkan rancang bangun, Taruma City terdiri atas rumah toko (ruko), rumah tapak, dan apartemen.

"Kebutuhan ruko di Karawang masih tinggi. Peminatnya dari para pedagang dan pengusaha di Karawang sendiri. Di Karawang ini ada banyak padagang kaya dan pengusaha sukses lo, mereka membutuhkan perkantoran dan juga kawasan bisnis yang layak,” tutur Rina.

Nantinya, rumah tapak dalam superblok Taruma City mengusung konsep rumah kebun. Satu unit rumah berukuran 114 meter persegi menempati tanah seluas 108 meter persegi.

“Kami sengaja membangun rumah dengan ukuran mini agar pembeli bisa leluasa merancang pembangunan rumahnya.”

Sementara itu, Assistant Vice President Strategic Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Agung Wirajaya mengatakan bahwa semakin banyaknya perusahaan asing yang masuk di kawasan industri serta populasi yang meningkat signifikan menjadi bukti pesatnya pertumbuhan ekonomi di Karawang.

Hal itulah yang kemudian membuat kebutuhan akan hunian di Karawang semakin meningkat.

“Kebutuhan akan hunian di Karawang akan terus meningkat seiring dengan tumbuh pesatnya tingkat perekonomian dan juga jumlah populasi di sini.”

Selain itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Pelabuhan Peti Kemas Patimban, dan Bandara Internasional Kertajati, akan membuat Karawang menjadi primadona bagi investor.

Tag : agung podomoro, properti
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top