Hotel Sartika Premiere Tangerang Bidik Tamu Pemerintah

Pemilik Santika Premiere Tangerang, PT Indonesia International Expo, perusahaan joint venture antara Sinar Mas Land dengan Media Land atau Kompas Group membidik tamu dari pemerintahan untuk menjaga tingkat okupansi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  21:46 WIB
Hotel Santika Premiere Bintaro. - www.ezytravel.co.id

Bisnis.com,JAKARTA— Pemilik Santika Premiere Tangerang, PT Indonesia International Expo, perusahaan joint venture antara Sinar Mas Land dengan Media Land atau Kompas Group membidik tamu dari pemerintahan untuk menjaga tingkat okupansi.
Presiden Direktur PT Indonesia International Expo Ryan Adrian mengatakan tingkat okupansi hotel Sartika Premiere Tangerang saat ini tercatat 63%. Angka ini sebut dia sudah jauh melebihi ekspektasi perusahaan lantaran merupakan hotel yang berdiri sendiri bukan terkoneksi dengan fasilitas lainnya seperti pusat perbelanjaan atauupun residensial.
Saat ini, kata dia, dengan korelasi bersama International Convention Exhibition (ICE) BSD, menjadi penyebab terbesar tingkat okupansi yang stabil. Pasalnya apabila terdapat penyelenggaraan kegiatan di ICE, secara otomatis, tamu yang berpartisipasi pasti akan menginap di Sartika.
Namun, internal perusahaan juga tak mau menggantungkan seutuhnya dari proyek ICE, dengan berstrategi menjaring lebih banyak tamu dari pemerintah dan korporasi. Berbeda dengan kondisi tahun lalu di mana pemerintah sedang mengetatkan anggaran, maka tamu pemerintah banyak berkurang.
“Sekarang kami akan kencangkan pertama government yang sudah boleh meeting di hotel yang kemudian juga menginap. Mereka memang kalau meetig karakteristiknya jauh dari Jakarta. Kedua baru  korporasi dan terakhir kontribusinya mungkin dari tamu individual,”katanya Selasa (20/2).
Dengan konsentrasi pada tamu dari pemerintahan untuk penggunaan MICE sekaligus menginap maka tingkat okupansi tetap stabil di saat hari kerja dan sedikit turun pada akhir pekan. Namun memang hal ini menyebabkan rata-rata lama tinggal di hotel hanya di kisaran sebesar 1,6 hari.
Hotel bintang 4 dengan jumlah total 285 kamar  itu memasang tarif menginap Rp630.000—Rp650.000/hari untuk tipe kamar termurah.
Ryan mengungkapkan dalam rencana jangka panjang masih akan membangun hotel bintang 5 di atas lahan parker dekat ICE  seluas 7,3 ha. Realisasinya baru akan dilakukan setelah kinerja ICE BSD sudah stabil.
Adapun untuk ICE BSD kinerjanya sekarang masih 10% dibawah target. Gedung pertemuan itu menargetkan mampu meraup nilai transaksi yang lebih besar menjadi tempat penyelenggara 750 event. Salah satunya melalui Pekan Raya Indonesia berupa pameran multiproduk dan multi entertaintment  indoor yang akan kembali digelar pada 27 September 2018 - 7 Oktober 2018 mendatang.

Tag : perhotelan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top